Author name: Admin

TIPS BISNIS FRANCHISE : Membuat SOP Franchise

Dalam menjalankan bisnis franchise, salah satu kelengkapan yang perlu dimiliki adalah dokumen franchise, yang akan digunakan sebagai panduan usaha bagi franchisee. Dokumen franchise harus disusun sistematis. Dokumen franchise yang rapi dan sistematis memudahkan franchisor dalam pengelolaan bisnisnya. Dalam membuat dokumen franchise ada alur pembuatan yang dapat diikuti. Berikut alur pembuatan dokumen franchise yang dapat dijadikan referensi: Menentukan Tujuan dari setiap topik yang akan ditulis. Menganalisa/membayangkan siapa nanti penggunanya (seperti apa tingkat kemampuan pemahamannya yang dibayangkan), bagaimana tugas-tugasnya dan informasi apa yang mungkin diperlukan. Mencoba menentukan apa isi dokumen, dengan membuat poin-poin yang perlu dibahas. Menulis isi dokumen tersebut, dari poin-poin yang telah ditulis. Setelah selesai dicoba kembali di-review dan evaluasi yang telah ditulis Membuat penyempurnaan, untuk kemudian disosialisasikan dan diterbitkan. Karena franchisor perlu untuk selalu mengingatkan dan membentuk loyalitas franchisee dan seluruh jajaran internalnya terhadap usaha franchise yang dijalankan, maka pada setiap pendahuluan dari materi cetakan manual (dokumen) franchise selalu dimuat cerita dan filosofi usaha franchise yang dijalankan. Pada setiap dokumen franchise yang dibuat, perlu dilengkapi dengan daftar isi yang memudahkan pengguna manual/dokumen franchise untuk dapat segera mencari topik yang diperlukan. Selain itu, penyajian manual dan setiap dokumen franchise perlu dibuat sederhana agar mudah dipahami. Sebaiknya dibuat penyajian dengan poin-poin serta gambar-gambar penjelasan yang membuatnya menjadi ‘user friendly’. “Dokumen Franchise anda merupakan rujukan utama bagi franchisee Anda.” Dapatkan contoh-contoh dokumen franchise pada http://franchiseacademyindonesia.com/penawaran-khusus/e-book-merchandise/ Follow Our Instagram @franchiseacademyindonesia Salam Sukses Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

TIPS BISNIS FRANCHISE : Membuat SOP Franchise Read More »

Franchise Workshop

Franchise Academy Indonesia kembali mengadakan franchise workshop pada NOVEMBER 2021, workshop ini tepat sekali untuk diikuti oleh business owner, profesional, hingga akademisi, yang tertarik mempelajari langkah-langkah praktis dalam memfranchisekan bisnis. Kegiatan ini akan berlangsung secara offline dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, selama 2 hari penuh dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Franchise Workshop ini akan diisi oleh fasilitator yang berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai konsultan franchise, akan banyak langkah praktis dan pengalaman yang akan dibagikan untuk Anda yang baru akan membangun bisnis franchise. Kami akan berikan contoh perjanjian franchise dan software simulasi perhitungan franchise fee dan royalty fee, yang sangat bermanfaat dalam mempersiapkan bisnis menjadi bisnis franchise. Lakukan pendaftaran segera mengingat tempat terbatas sesuai ketentuan batas maksimal penggunaan ruangan yang diatur protokol kesehatan, dapatkan promo PAY 2 for 3 participant! Info Pendaftaran 0878-83188897 (Taufik Hidayat)

Franchise Workshop Read More »

Bisnis Apa yang Cocok Menggunakan Sistem Waralaba?

Waralaba merupakan salah satu cara untuk mengembangkan bisnis. Namun dalam mengembangkan bisnis dengan pola kerja sama waralaba, tidak semua bisnis bisa diwaralabakan. Ada kriteria yang harus dipenuhi sebuah bisnis agar dapat diwaralabakan. Bisnis yang cocok dikembangkan dengan sistem waralaba adalah bisnis yang: Tidak terlalu rumit untuk diajarkan dan dioperasikan Bahan bakunya mudah didapat diberbagai lokasi Marginnya cukup besar untuk berbagi royalty Prospek bisnisnya cukup besar untuk jangka panjang Tren bisnisnya tahan lama Dari kriteria-kriteria yang dijelaskan di atas, ada beberapa alasan mengapa tidak semua bisnis cocok dikembangkan dengan sistem waralaba. Beberapa hasil analisis yang dapat dikemukakan misalnya: Jika bisnis yang ingin dikembangkan dengan sistem waralaba terlalu rumit untuk diajarkan dan dioperasikan, maka akan menyulitkan bagi franchisee untuk mengikuti jalan sukses yang sudah ditempuh oleh franchisor sebelumnya. Karena franchising prinsip dasarnya adalah menduplikasi usaha yang sudah sukses untuk dimiliki dan dioperasikan oleh orang lain. Sehingga semakin simple bisnis Anda semakin mudah untuk sukses. Jika bisnis yang ingin dikembangkan dengan sistem waralaba bahan bakunya tidak bisa didapat diberbagai lokasi. Maka akan menimbulkan permasalahan, terutama bagi franchisee yang berlokasi jauh dari domisili franchisor. Akibatnya kualitas produk yang dijual pada pelanggan sulit dijaga kualitasnya. Ketika Anda menjadi bisnis owner atas suatu bisnis, Anda tidak memiliki kewajiban apapun untuk membayar royalty. Namun sebaliknya ketika Anda memiliki franchisee, maka franchisee Anda akan dikenakan kewajiban untuk membayar royalty atas penggunaan Hak Kekayaan Intelektual milik Anda. Sehingga bisnis yang Anda kembangkan dengan sistem waralaba harus memiliki margin yang cukup besar agar franchisee Anda masih dapat merasakan keuntungan meskipun telah dikenakan kewajiban membayar royalty. Masa kontrak kerjasama franchise rata-rata 5 tahun, sehingga bisnis yang akan dikembangkan dengan sistem waralaba sebaiknya bisnis yang punya prospek cukup besar untuk jangka panjang dan tren bisnisnya tahan lama. Harapannya bisnis Anda dalam masa kontrak kerjasama tersebut dapat bertahan atau malah semakin berkembang bukannya malah menurun. Semoga beberapa alasan dan analisis di atas dapat menjadikan bahan pertimbangan Anda sebelum mengembangkan bisnis dengan sistem waralaba.  Follow Our Instagram @franchiseacademyindonesia Salam sukses, Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

Bisnis Apa yang Cocok Menggunakan Sistem Waralaba? Read More »

BISNIS FRANCHISE INDONESIA : Beli Franchise Dijamin Untung?

Beli Franchise dijamin untung? Pertanyaan ini paling sering muncul dari calon-calon pembeli franchise atau peluang usaha, bahkan tidak jarang saya menemui pengunjung pameran franchise yang ingin membeli franchise yang memiliki pikiran bahwa dengan membeli franchise lebih mudah dan dijamin untung. Padahal sebenarnya usaha apapun di dunia ini tidak ada yang dijamin untung. Karena pada hakikatnya usaha itu membutuhkan upaya yang keras untuk dapat berhasil. Namun dengan membeli franchise memang mendapat kemudahan dalam menjalankan bisnis karena akan mendapatkan bantuan dari franchisor. Meskipun tidak ada jaminan bahwa membeli franchise pasti untung, namun ada beberapa keuntungan yang dapat diraih jika membeli franchise: Memperoleh program pelatihan yang terstruktur dari franchisor Mendapat bantuan manajemen secara terus menerus Mendapat keuntungan dari kegiatan operasional dibawah nama dagang yang telah mapan Memperoleh dukungan riset dan pengembangan dari franchisor Mendapatkan akses kepada sumber-sumber pembiayaan Pendampingan dalam memilih lokasi yang strategis Dapat melakukan promosi bersama dengan outlet lainnya Keuntungan-keuntungan menjadi franchisee inilah yang memudahkan franchisee dalam menjalankan usaha ketimbang melakukannya sendiri. Sistem yang telah dikembangkan oleh franchisor dapat diajarkan dan diaplikasikan langsung oleh franchisee ketika hendak memulai usaha. “Membeli franchise tetap membutuhkan kerja keras dan fokus untuk meraih sukses” Follow Our Instagram @franchiseacademyindonesia Salam Sukses, Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

BISNIS FRANCHISE INDONESIA : Beli Franchise Dijamin Untung? Read More »

BISNIS FRANCHISE : Pola Hubungan Franchisor-Franchisee

Dalam menjalankan usaha waralaba banyak dinamika yang harus dilalui agar menjadi franchisor yang sukses.  Salah satu kunci sukses yang dapat dipegang oleh franchisor adalah dengan membangun pola hubungan yang baik dengan franchisee-nya. Pola hubungan yang ideal antara franchisor dan franchisee ditandai dengan prinsip-prinsip berikut: Saling menguntungkan (win-win), bersifat horisontal Franchisor akan untung, bila Franchisee untung Terbentuknya jaringan usaha bersama (kemitraan) Dukungan Franchisor yang berkesinambungan, dengan tujuan usaha Franchisee tidak boleh gagal Franchisee harus menjaga reputasi dan krebilitas Franchisor dengan cara patuh kepada arahan Franchisor sebagai pusat jaringan Namun kadang prinsip-prinsip ideal tersebut serasa sulit untuk dicapai, terlebih lagi ketika peluang bermunculan di depan mata franchisor ketika bisnis franchise yang sedang dijalani sedang naik daun. Keinginan untuk mengambil semua peluang yang ditawarkan dari calon-calon franchisee untuk segera menjadi franchisee, membuat franchisor dihadapkan pada pilihan untuk mengambil semua peluang tersebut dan bermitra dengan banyak franchisee atau menahan diri dengan memilih sedikit saja franchisee yang benar-benar cocok untuk diajak bermitra. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa franchisor dihadapkan pada pilihan memiliki banyak outlet dengan banyak franchisee atau memiliki banyak outlet dengan sedikit franchisee. Ketika dihadapkan pada pilihan untuk mengembangkan usaha waralaba dengan memiliki banyak outlet dengan banyak franchisee atau memiliki banyak outlet dengan sedikit franchisee maka menurut saya keputusan mana yang akan dipilih terpulang pada franchisor. Namun idealnya akan lebih mudah bagi franchisor untuk berkoordinasi dengan sedikit franchisee daripada banyak franchisee. Hal ini bukan berarti usaha waralabanya tidak dapat berkembang menjadi besar, namun usaha menjadi besar dengan sedikit franchisee yang masing-masing franchisee-nya memiliki lebih dari satu outlet. Ini artinya franchisee Anda sukses dan puas bekerja sama dengan Anda sehingga mereka ingin menambah jumlah outletnya. Menurut saya, besarnya jumlah keuntungan dari usaha franchise yang Anda jalani bukan satu-satunya ukuran kesuksesan franchising. Kepuasaan yang diraih oleh franchisee Anda dalam bermitra dengan Anda, kepuasan konsumen Anda akan produk/jasa yang ditawarkan mungkin dapat menjadi ukuran lain atas kesuksesan bisnis franchise Anda. “Hubungan yang solid antara Franchisor-Franchisee, dapat menjadi landasan bisnis Franchise yang tangguh.” Follow Our Instagram @franchiseacademyindonesia Salam Sukses, Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

BISNIS FRANCHISE : Pola Hubungan Franchisor-Franchisee Read More »

DOKUMEN FRANCHISE – Panduan Usaha Bagi Franchisor dan Franchisee

Standard Operating Procedure (SOP) dalam bisnis franchise, juga dikenal dengan istilah franchise document. Dokumen franchise ini merupakan salah satu bagian krusial ketika franchisor akan bekerjasama dengan franchisee.  Karena Dokumen Franchise merupakan berkas-berkas tertulis yang perlu dimiliki oleh usaha dengan sistem franchise. Berkas tertulis tersebut berupa kelengkapan proses administrasi dan panduan usaha. Termasuk didalamnya, antara lain: ketentuan standarisasi, panduan operasi dan kelengkapan legal yang diperlukan oleh sistem dan tata cara menjalankan usaha. Dengan demikian yang termasuk dalam Dokumen Franchise adalah panduan atau manual usaha, prospektus penawaran franchise serta perjanjian franchise. Dokumen Franchise bersifat terbatas dan rahasia, sehingga tidak ditujukan untuk konsumsi umum. Dalam penyusunan Dokumen Franchise haruslah berorientasi pada ketentuan diantaranya: Mudah dimengerti dan diikuti Memberi motivasi untuk dilaksanakan Keamanan untuk kerahasiaan Memberikan uraian lengkap untuk rujukan pada setiap proses kegiatan Khusus untuk Dokumen Panduan Usaha, terdiri dari 2 bagian yaitu: Dokumen Franchisee; adalah materi yang digunakan untuk usaha franchisee, baik berupa panduan, ketentuan dan alat bantu bagi pendirian dan operasional franchisee di outletnya. Dokumen Franchisor; adalah materi yang digunakan untuk pengelolaan, baik berupa panduan, ketentuan dan alat bantu bagi operasional pengelolaan franchise yang digunakan pada tim manajemen franchisor dalam mengelola jaringan usaha franchise-nya. Dalam sistem franchise, dokumen memang bukan satu-satunya kelengkapan yang harus dimiliki. Namun apabila terjadi permasalahan atau persoalan dalam menjalankan usaha, Dokumen Franchise dapat menjadi rujukan untuk membantu meluruskannya permasalahan. Pertanyaannya sekarang sudah lengkap dan rapikah Dokumen Franchise yang anda miliki saat ini? “Kelengkapan dan kerapian menjadi kunci kesuksesan Dokumen Franchise anda” Dapatkan contoh-contoh dokumen franchise pada http://franchiseacademyindonesia.com/penawaran-khusus/e-book-merchandise/ Salam Sukses, Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

DOKUMEN FRANCHISE – Panduan Usaha Bagi Franchisor dan Franchisee Read More »

FRANCHISEE – Tipe Calon Franchise Yang Manakah Anda?

Ketika kita mengunjungi pameran franchise, maka dapat dilihat tipe-tipe pengunjung pameran franchise tersebut dalam mencari bisnis. Setidaknya ada 4 tipe orang yang berkunjung pada pameran franchise yang dapat diamati dari tujuan mereka mendatangi pameran franchise. Keempat tipe tersebut adalah: Orang yang belum berpengalaman dalam bisnis yang ditawarkan, tetapi ingin mempunyai usaha sendiri untuk dioperasikan sendiri Orang yang sudah mempunyai pengalaman dalam bisnis yang ditawarkan dan ingin mengoperasikan sendiri Orang yang HANYA ingin berinvestasi, tetapi tidak ingin untuk mengoperasikannya sendiri Orang yang ingin buka usaha untuk kepentingan orang lain (misal: keluarganya), tetapi tidak bermaksud untuk mengoperasikannya sendiri Dari keempat kelompok di atas, termasuk tipe kelompok manakah Anda ketika ingin membeli franchise? Termasuk dalam kelompok manapun anda ketika akan membeli franchise, menurut saya sebaiknya anda benar-benar yakin atas pilihan franchise yang ingin anda beli. Jangan sampai investasi anda menjadi sia-sia karena anda kurang tepat dalam mengambil keputusan berinvestasi. “Berinvestasi dengan cermat agar anda dapat mengambil manfaat dari investasi tersebut.” Salam Sukses, Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

FRANCHISEE – Tipe Calon Franchise Yang Manakah Anda? Read More »

FRANCHISEE – Dicari ATAU Direkrut?

Dalam berbisnis Franchise, mendapatkan mitra (franchisee) merupakan kunci untuk sukses, terutama jika franchisor ingin membangun hubungan kerjasama yang langgeng dengan mitranya. Franchisor dapat memiliki strategi tertentu dalam mendapatkan franchisee yang sesuai dengan visi usahanya. Ada 2 strategi umum yang mungkin dilakukan dalam mendapatkan franchisee: Menjual franchise kepada Franchisee Mencari franchisee yang dimaksud di sini adalah mencari sebanyak-banyaknya calon franchisee yang berminat bermitra dengan anda, lalu berusaha untuk mengajak bermitra langsung atau dengan kata lain kalau ada yang berminat dan sanggup membayar dana investasi maka calon investor tersebut dapat langsung bekerjasama menjadi franchisee. Merekrut Franchisee yang akan diajak bekerjasama Merekrut franchisee yang saya maksud di sini adalah mencari sebanyak-banyaknya calon franchisee yang berminat bermitra dengan anda, lalu melakukan seleksi atas calon franchisee anda tersebut dan memilih calon franchisee yang benar-benar cocok dan sevisi dengan anda yang menjadi mitra.

FRANCHISEE – Dicari ATAU Direkrut? Read More »

Cara Memfranchisekan Bisnis : Membuat STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)

Standarisasi merupakan bagian penting dalam sebuah sistem franchise. Sebuah usaha yang telah distandarisasi tentu akan lebih mudah untuk diduplikasi dengan pola kerjasama franchise. Namun banyak pemilik usaha yang kesulitan dalam membuat standarisasi kegiatan usahanya. Dalam franchising, hal yang penting untuk dibuat standarisasi ada 2 hal, yaitu standarisasi bentuk dan standarisasi proses. Standarisasi bentuk merupakan standarisasi terhadap aspek fisik outlet yang akan diduplikasi, misalnya, ukuran outlet, desain, peralatan, perlengkapan hingga kriteria lokasi yang cocok untuk membuka outlet tersebut. Sedangkan standarisasi proses merupakan standarisasi terhadap kegiatan yang harus dilakukan di outlet tersebut meliputi kegiatan marketing, operasional hingga administrasi. Seluruh standarisasi proses ini apabila dibuat secara tertulis tentu akan sangat baik bagi franchisor, karena akan berguna sebagai rujukan bagi seluruh karyawan dan juga franchisee-nya nanti. Standarisasi yang dibuat tertulis ini umum dikenal dengan istilah SOP (standard operating procedure). SOP yang dibuat tertulis akan menjadi manual usaha bagi franchisee (penerima waralaba) yang akan menjalankan bisnisnya. Berdasarkan pengalaman Franchise Academy Indonesia selama ini dalam membantu pelaku usaha di Indonesia dalam memfranchisekan bisnisnya, kami telah merumuskan sebagian proses standarisasi usaha dalam bentuk Ebook. Ebook ini akan memberikan informasi kepada calon franchisor ataupun yang telah menjadi franchisor yang ingin menyusun Panduan Operasional Usahanya secara efektif. Dalam ebook ini dilengkapi dengan langkah praktis dan contoh-contoh untuk menyusun panduan usaha untuk franchisee. Untuk mendapatkan ebook yang bermanfaat ini silahkan kunjungi http://franchiseacademyindonesia.com/penawaran-khusus/e-book-merchandise/ Salam Franchise, Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

Cara Memfranchisekan Bisnis : Membuat STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) Read More »

Cara Memfranchisekan Bisnis : Menentukan FRANCHISE FEE DAN ROYALTY FEE

Ketika memulai bisnis franchise merupakan momentum yang paling menantang bagi franchisor. Biasanya franchisor lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada aspek teknis outlet yang akan diduplikasi seperti desain, peralatan, lokasi hingga kegiatan launching. Sehingga kadang franchisor yang baru pertama kali menjual franchise akan menemui kesulitan dalam menentukan franchise fee dan royalty fee yang akan dibebankan kepada franchisee-nya. Franchise fee adalah biaya pembelian hak franchise untuk jangka waktu tertentu. Franchise Fee yang dibayarkan kepada franchisor dapat dikatakan sebagai kompensasi atas pengalaman franchisor membuat, mengembangkan dan menguji format bisnis yang diduplikasi dengan sistem franchise. Format bisnis yang telah dikembangkan menjadi sistem yang efektif, serta merek yang telah dibangun citra positifnya di masyarakat dapat dikatakan sebagai keunikan milik franchisor. Royalty Fee dapat didefinisikan sebagai kontribusi bagi hasil dari pendapatan franchisee (biasanya dari penjualan) atas penggunaan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) milik franchisor dalam menjalankan bisnis. Dengan demikian, terlepas franchisee sedang mengalami untung atau rugi, franchisee tetap wajib membayar royalty fee. Namun dibalik itu, Franchisor pun berkewajiban untuk membantu franchisee untuk meningkatkan pendapatannya agar royalty yang dibayarkan oleh franchisee juga semakin besar. Dalam menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee, ada 3 pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu: Market Oriented Pendekatan market oriented dilakukan dengan membandingkan indeks Franchise Fee dan Royalty Fee dari industri sejenis menggunakan data yang dikeluarkan oleh asosiasi atau lembaga tertentu yang berkaitan tentang franchise. Misalnya dengan menggunakan data referensi pada www.franchisedirect.com Customer Oriented Pendekatan customer oriented dilakukan dengan memprediksikan kemampuan calon customer diwilayah tertentu, misal untuk regional Jakarta akan lebih mahal dibanding Yogya karena factor daya beli yang berbeda, baik untuk calon Franchisee maupun untuk konsumen bisnis kita. Oleh karena itu, nilai Franchise Fee dan Royalty Fee akan bervariasi bergantung wilayahnya. Cost Oriented Pendekatan cost oriented dilakukan dengan menghitung seluruh biaya yang dibutuhkan oleh franchisor untuk mengembangkan sistem franchise, mempromosikan paket franchise hingga support kepada franchisee nya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian secara kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan Franchise Fee dan Royalty Fee dengan menggunakan pendekatan cost oriented ini. Untuk melakukan perhitungan Franchise Fee dan Royalty Fee dapat dilakukan dengan simulasi keuangan sehingga didapat formula yang pas berapa besaran Franchise Fee dan Royalty Fee yang optimal bagi Franchisor dan Franchisee. Kami kantor konsultan Franchise Academy Indonesia secara berkala mengadakan workshop yang khusus membahas tentang proses memfranchisekan bisnis, termasuk di dalamnya simulasi perhitungan Franchise Fee dan Royalty Fee ini. Jadi pastikan Anda ikut serta dalam kelas pelatihan kami, agar Anda tidak salah menentukan besaran Franchise Fee dan Royalty Fee bagi mitra atau franchisee Anda. Atau jika Anda ingin berdiskusi mengenai penentuan Franchise Fee dan Royalty Fee silahkan hubungi saya via email wahdifakhrozy@yahoo.com Salam Franchise, Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@yahoo.com Menara 165 Office & Convention Center Jl.TB Simatupang Kav 1 Cilandak Timur Jakarta Selatan

Cara Memfranchisekan Bisnis : Menentukan FRANCHISE FEE DAN ROYALTY FEE Read More »