Author name: Admin

3 Hal yang perlu di evaluasi dari calon franchisee

Mendapatkan franchisee merupakan momentum yang menyenangkan bagi franchisor. Selain karena mendapatkan tambahan pemasukan dari Franchise Fee yang dibayarkan oleh Franchisee, kesempatan untuk menambah jumlah outlet tanpa mengeluarkan investasi adalah alasan yang utama. Namun franchisor perlu lebih teliti dalam memilih calon franchisee yang akan disetujui sebagai mitra kerjasama franchise. Perlu ada tahapan seleksi serta kriteria calon franchisee yang cocok untuk diajak bermitra, tujuannya agar Anda dapat mitra yang memiliki komitmen berbisnis yang sama dengan Anda. Kesamaan komitmen dengan Anda sebagai franchisor, merupakan pertimbangan penting dalam menyeleksi calon franchisee. Jangan sampai Anda mendapatkan franchisee yang tidak serius dalam berbisnis. Hal ini bisa lebih celaka lagi kalau franchisee tersebut dikemudian hari tidak bisa menjaga reputasi merek yang Anda berikan kepadanya. Untuk itu, setidaknya ada 3 hal yang perlu Anda gali dari calon franchisee Anda agar dapat lebih yakin apakah calon franchisee tersebut benar-benar mitra yang cocok atau tidak. Ketiga hal yang penting yang perlu anda gali adalah:                 Kemampuan Teknis Salah satu poin yang perlu digali dari calon franchisee adalah kemampuan dan pengetahuannya dalam hal teknis bisnis yang Anda jalankan. Hal ini penting mengingat apabila nanti Anda menerima calon franchisee ini, maka secara tidak langsung dia akan menjalankan bisnis seperti Anda saat ini pada lokasi yang dia usulkan. Setiap bisnis tentu memiliki karakteristik teknis yang berbeda-beda, misalnya untuk bisnis kuliner, pengetahuan dan kemampuan mengenai bahan baku, peralatan memasak, cara mengolah bahan makanan dan minuman, pelayanan terhadap pelanggan merupakan sebagian hal yang berkaitan dengan teknis pengelolaan bisnis kuliner. Apabila bisnis Anda pendidikan tentu akan berbeda lagi, begitu juga dengan bengkel atau salon kecantikan. Oleh karena itu, ada baiknya franchisor menggali secara mendalam apakah calon franchisee Anda ini memiliki kemampuan teknis sesuai dengan bidang usaha Anda. Ada kemungkinan calon franchisee Anda orang yang sudah memiliki kemampuan teknis, karena berlatar belakang mantan karyawan di perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama dengan Anda, atau ada kemungkinan calon franchisee Anda orang yang memang belum punya kemampuan teknis yang banyak di bidang Anda karena latar belakang pekerjaan dia sebelumnya tidak berhubungan dengan bidang usaha Anda saat ini. Pilihan kembali kepada Anda, apakah Anda lebih menyukai orang yang sudah punya pengetahuan dan kemampuan teknis yang sama di bidang usaha Anda agar tidak perlu mengajarkan terlalu banyak ketika mulai berusaha. Atau Anda memilih calon franchisee yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan sama sekali di bidang usaha Anda dengan pertimbangan lebih mudah mengajarkan hal baru kepada orang tersebut agar tidak terlalu banyak perdebatan karena pengalaman yang dia bawa dari pekerjaannya sebelumnya.   Kemampuan Finansial Selain kemampuan teknis, hal lain yang juga tidak kalah penting untuk digali adalah kemampuan finansial dari calon franchisee. Sebagaimana kita ketahui membeli franchise sama artinya membeli sebuah bisnis. Selayaknya membeli sebuah bisnis tentu bukan investasi yang sembarangan, butuh sejumlah dana untuk membelinya. Oleh karena itu, franchisor perlu menggali calon franchisee-nya apakah memiliki dana yang cukup untuk membeli bisnisnya. Dana yang dimaksud di sini mungkin tidak hanya sebatas dana investasi untuk membuka outlet franchise yang ditawarkan franchisor, tetapi juga dana cadangan bagi kehidupan pribadi calon franchisee tersebut selagi membangun bisnis yang dibelinya dari franchisor. Karena ketika membeli franchise tidak ada jaminan bisa langsung untung di hari pertama dia opening. Selalu ada resiko dalam setiap perjalanan bisnis. Untuk itu, franchisor mungkin juga perlu menggali apakah calon franchisee ini mendapat dukungan keluarga ketika akan membeli bisnis dari franchisor. Jangan sampai karena urusan keuangan internal keluarga menjadi terganggu karena keputusan calon franchisee yang tidak didukung keluarganya. Karakter Pribadi Selain kedua alasan yang telah dijelaskan sebelumnya, hal yang terpenting untuk digali dari calon franchisee adalah karakter pribadinya. Karakter pribadi menjadi penting karena ini mungkin jadi faktor yang paling menentukan ke depannya. Kecocokan karakter pribadi calon franchisee dengan franchisor harus menjadi pertimbangan utama demi langgengnya kerjasama franchise yang akan dibangun. Karakter calon franchisee yang paling disenangi biasanya adalah yang penurut, terutama mau menuruti sistem serta Standard Operating Procedure (SOP) yang telah dibuat oleh franchisor. Dalam menggali karakter pribadi seseorang terkadang susah-susah gampang, di awal sebelum kerjasama terjalin, calon franchisee biasanya memang terlihat baik dan penurut. Namun itu belum tentu karakter asli pribadi yang bersangkutan. Oleh karena itu, Franchisor harus punya strategi dan metode khusus untuk mencari tahu karakter sebenarnya dari calon franchisee-nya. Karena sekali salah pilih calon franchisee, maka konflik dapat terjadi bertahun-tahun sepanjang masa kerjasama franchise yang disepakati di perjanjian. Proses evaluasi calon franchisee, merupakan salah satu langkah penting dalam berbisnis franchise bagi franchisor. Oleh karena itu, franchisor sebaiknya memiliki tahapan proses evaluasi yang bagus dalam menggali kemampuan teknis, kemampuan finansial dan karakter pribadi calon franchisee-nya. Semakin bagus tahapan proses evaluasi calon franchisee yang dimiliki oleh franchisor, maka peluang untuk mendapatkan franchisee yang berkomitmen kuat terhadap brand dan bisnis yang dimiliki franchisor juga semakin besar. Franchisee yang memiliki komitmen kuat akan serius bahu-membahu bersama Anda membangun bisnis franchise yang sukses. Semoga bermanfaat. Salam,   Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id International Franchise Business Management Member of World Franchise Associate (WFA)   Menara Kadin Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3 Jakarta

3 Hal yang perlu di evaluasi dari calon franchisee Read More »

3 Point Yang Perlu Anda Kenali Sebelum Membeli Franchise

Bagi Anda calon pembeli franchise atau biasa dikenal dengan istilah franchisee, sebaiknya Anda teliti dalam memilih bisnis franchise yang akan Anda beli. Karena bukan tidak mungkin Anda dihadapkan dengan puluhan bahkan ratusan brand franchise ketika Anda datang ke sebuah pameran franchise. Banyaknya pilihan brand yang ditawarkan pada Anda tentu akan sangat membingungkan dalam membuat keputusan. Hal yang sering terjadi kepada calon franchisee adalah kebingungan memilih bidang usaha yang ingin dijalankan, hingga memilih brand franchisor yang ingin dibeli. Sebenarnya kejadian ini wajar terjadi kepada semua orang yang akan memulai bisnis, bukan hanya pada Anda yang akan membeli franchise. Namun untuk mengeliminasi kebingungan Anda, ada beberapa tips yang dapat diikuti seperti di bawah ini: Passion Sebelum Anda mencari bisnis apa yang cocok buat Anda jalankan, ada baiknya Anda menggali terlebih dahulu minat (passion) Anda. Hal ini penting untuk mengetahui ketertarikan serta hal-hal yang senang Anda jalankan. Bukankah lebih menyenangkan menjalankan bisnis yang sejalan dengan kesenangan pribadi ketimbang yang kurang diminati. Menggali minat pribadi ini bisa dilakukan dengan mengenali hobi Anda, bisa juga dengan menggali pengalaman masa lalu yang paling menyenangkan buat Anda atau bisa juga dengan mengingat kembali target atau cita-cita Anda di masa depan, bahkan kadang bisa juga dicari dari tujuan hidup Anda. Kita tentunya akan sangat senang apabila menjalankan bisnis yang bisa sejalan dengan tujuan hidup kita. Dalam menggali tujuan hidup ini, jangan lupa untuk mengingat kembali motivasi Anda berbisnis serta mempertimbangkan dukungan keluarga dalam mengambil peluang bisnis franchise ini. Karena tidak jarang kurangnya dukungan keluarga jadi penghambat dalam menjalankan bisnis. Brand Dalam hal brand, penting untuk Anda mencari tahu tingkat kepopuleran brand franchise yang ditawarkan kepada Anda. Karena pada prinsipnya menjual produk atau jasa yang “ngetop” tentu akan lebih mudah ketimbang yang kurang “ngetop”. Untuk itu, apabila dirasa perlu mungkin boleh saja Anda melakukan survei kecil-kecilan terhadap popularitas brand yang akan Anda dibeli di daerah sekitar calon lokasi Anda, sekaligus mengenali karakter target market yang ada di daerah tersebut. Selain masalah popularitas brand, jangan lupakan juga masalah legalitas brand tersebut. Tidak ada salahnya untuk memastikan apakah mereknya sudah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Franchisor atau belum. Karena apabila belum didaftarkan atau bahkan didaftarkan oleh pihak lain, maka ada potensi konflik terhadap kepemilikan brand yang mungkin terjadi dikemudian hari. Konsekuensi terburuk yang dapat terjadi bagi franchisee, adalah diharuskan mengganti brand-nya dikemudian hari. Hal ini tentu sangat tidak mengenakkan apalagi sudah banyak pelanggan yang mengenal produk atau jasa Anda, tentu ini sangat merugikan. Support Dukungan yang akan diberikan oleh franchisor, tentu harus menjadi pertimbangan yang paling penting bagi calon franchisee. Sebagai orang yang baru ingin memulai bisnis, tentunya banyak kekhawatiran yang muncul dipikiran Anda tentang bagaimana menghadapi kendala-kendala ketika memulai usaha. Bantuan untuk memulai bisnis tentu merupakan kemudahan yang sangat diharapkan yang dapat diperoleh dari Franchisor. Bantuan dari franchisor ini diharapkan dapat mengurangi resiko kegagalan pada saat berusaha, mengingat franchisor sudah lebih berpengalaman di bidang usaha yang akan Anda jalani ini sebelumnya. Sejauh mana keterlibatan franchisor dalam memberikan bantuan tentu harus menjadi pertimbangan Anda dalam memilih bisnis franchise yang akan Anda beli. Semakin banyak dukungan yang dapat diberikan oleh franchisor tentu akan semakin membantu Anda dalam menjalankan bisnis. Mungkin ada baiknya juga Anda mencari informasi kepada orang yang telah lebih dulu bergabung menjadi franchisee, untuk mendapatkan pandangan lain tentang dukungan yang diberikan oleh franchisor. Karena bisa saja dukungan yang dijanjikan oleh franchisor di awal kerjasama tidak terwujud ketika kerjasama franchise telah berjalan. Sebagai calon pembeli franchise, tidak hanya kesiapan dana yang diperlukan ketika membeli bisnis franchise, kesiapan mental serta strategi saat menyeleksi bisnis serta franchisor yang menawarkan bisnis tersebut juga merupakan salah satu kunci sukses Anda dalam berbisnis franchise. Oleh karena itu, tips untuk memilih bisnis franchise yang telah dijelaskan di atas diharapkan dapat membantu Anda. Salam,   Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id International Franchise Business Management Member of World Franchise Associate (WFA)   Menara Kadin Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3 Telp.(021) 52994547  Fax (021) 52994599 Jakarta

3 Point Yang Perlu Anda Kenali Sebelum Membeli Franchise Read More »

Kemitraan dan Franchising

Kemitraan Bisnis bisa dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti:1. Joint venture2. Kerjasama modal3. Reseller4. Keagenan5. Licensing 6. Direct selling 7. Operator management 8. Multi Level Marketing 9. Franchising (sebagai salah satu alternatifnya)   Pada kemitraan dengan OPERATOR MANAGEMENT misalnya pada usaha hotel atau rumah sakit, pihak mitra melakukan set up perusahaan hotel atau rumah sakitnya sendiri, tetapi supaya memiliki peluang yang baik dipasar mereka menggunakan JASA OPERATOR MANAGEMENT HOTEL berikut NAMA jaringannya. Kita ambil contoh: Sheraton Hotel. Bisnis DIMILIKI oleh MITRA dan pihak operator management diberi imbalan MANAGEMENT FEE.   Contoh lain adalah kemitraan PENGGUNAAN TEMPAT. Seperti yang dilakukan beberapa brand franchise (KFC, Starbucks, dlsb). Pihak mitra menyediakan lokasi yang sesuai dengan kriteria pemilik brand. Kemudian pemilik brand melakukan investasi dan mengeoperasikan bisnisnya sendiri. Pihak mitra TIDAK MEMILIKI usaha tersebut. Pemilik brand yang memiliki usaha tersebut. Pemilik tempat mendapatkan BAGI HASIL dari usaha pemilik brand.   Contoh ketiga adalah JOINT VENTURE, dimana usaha tersebut DIMILIKI BERSAMA. Mungkin saja, pihak mitra menyediakan modal dan tempat. Sedangkan pihak pemilik brand menyediakan JASA PENGELOAAN dan memberikan HAK PENGGUNAAN BRAND nya. Dalam hal ini seluruh pengaturan dan pembagian kerjanya diatur bersama berdasarkan kesepakatan. Pihak mitra dan pemilik brand berbagi hasil sesuai bagian kepemilikan usahanya.   FRANCHISING adalah kemitraan dimana pihak FRANCHISOR (pemberi franchise) memberikan HAK PENGGUNAAN BRAND dan CARA2 BERBISNIS nya (business format) kepada FRANCHISEE (penerima franchise). Unit usahanya DIMILIKI OLEH FRANCHISEE.   YANG TERPENTING dalam melakukan kemitraan, dinyatakan dengan jelas bahwa usaha itu MILIK SIAPA? Milik MITRA, atau miliki PEMILIK BRAND, atau MILIKI BERSAMA.   Materi pembelajaran franchise di atas termuat dalam Green Modul yang membahas Business Mastery pada FranchiseAcademyIndonesia.com. GRATIS untuk dipelajari.   Salam Sukses,   Burang Riyadi Franchise Academy Indonesia

Kemitraan dan Franchising Read More »

Business Start Up Support

Bisnis franchise merupakan salah satu cara terbaik dan teruji dalam pengembangan usaha dan perkembangan bisnis franchise saat ini sangat berkembang pesat di dunia , mungkin saat ini perkembangan industri kreatif maupun industri digital sedang sangat maju pesat  namun belum teruji sebagai bisnis yang dapat bertahan lama tidak seperti bisnis franchise yang sudah berjalan cukup lama Sebagai franchisor atau pemberi bisnis waralaba maka salah satu program terpenting didalamnya adalah Business Star Up Support bagi mitranya atau penerima franchisenya  dan sebagai franchisor tentunya harus mempunyai berbagai persiapan -persiapan antara lain : Persiapan Mental atau perubahan paradigma  Persiapan Organisasi Franchisor Persiapan Investasi Persiapan Mental atau perubahan paradigma sebagai pemberi bisnis franchise maka akan banyak perubahan secara tidak langsung jika sebelumnya kita hanya menjual produk saja sebagai contoh jika dulu yang kita jual kopi saja maka setelah menjadi franchisor yang kita tawarkan bukan hanya kopi saja tetapi  mulai dari mereknya sampai bagaimana menjalankan bisnis kopi tersebut ,  menjadi franchisor maka yang kita tawarkan adalah Hak Kekayaan Intelektual kita  dan format bisnis secara keseluruhan  dan Hak Kekayaan Intelektual  kita sebagai pemberi bisnis franchise perlu dilindungi secara hukum agar tidak di salah gunakan pihak kedua  misalnya : Merek , Hak Cipta , Rahasia Dagangan atau Hak Paten yang kita miliki dan sebagainya  Persiapan Organisasi Franchisor sebagai franchisor kita wajib memiliki organisasi didalam menjalankan bisnisnya dan fungsi utama dari masing masing organisasi adalah sebagai berikut :   Fungsi Rekrutmen Franchisee Fungsi Service dan Persiapan Outlet Fungsi Training Fungsi Operasional Outlet Fungsi Monitoring Outlet Fungsi Riset dan Pengembangan Dan masing masing fungsi tersebut diatas dapat anda pelajari melalui program Offline kelas kami dan masing masing fungsi tersebut memerlukan SDM (Sumber Daya Manusia) yang terlatih dan mengerti dalam bidang franchise untuk itu kami sebagai konsultan franchise yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun merasa perlu dan pentingnya akan dibuatnya pembelajaran tentang franchise secara online dan offline karena sedikit sekali sekolah atau lembaga pendidikan yang lain yang mau memberikan pelajaran tentang seluk beluk menjalankan bisnis franchise ini   Persiapan Investasi sebagai franchisor maka perlu rasanya membuat perencanaan untuk investasi dan banyak investasi yang diperlukan sebelum menjadi franchisor  dan persiapan investasi ini dapat dipelajari pada materi pembelajaran di dalam website ini .   Salam, Team Admin Franchise Academy Indonesia      

Business Start Up Support Read More »

Pentingnya Membuat Perjanjian Franchise

Dalam perkembangannya bisnis Franchise Indonesia sudah terbukti sebagai cara terbaik dalam pengembangan bisnis dan perlu kita ketahui bahwa bisnis franchise Indonesia adalah bisnis yang tahan terhadap berbagai situasi baik gejolak ekonomi maupun politik pada umumnya , saat ini banyak perusahaan multi nasional yang mengurangi jumlah tenaga kerjanya bahkan sudah mengalami kebangkrutan karena tidak bertahan karena perkembangan teknologi atau perubahan zaman seperti contohnya perusahaan berbasis teknologi canggih dan  untuk saat ini beberapa pabriknya mungkin sudah tutup dan tidak berproduksi lagi karena produknya tertinggal dengan beberapa kompetitor lainnya  namun beberapa perusahaan yang menjual makanan siap saji atau produk sederhana seperti burger masih dapat bertahan lama  dengan menjalankan bisnis secara franchise . Franchise Indonesia perkembangan sangat luar biasa  dan  bisnis franchise yang memerlukan kesepakatan dua pihak sebagai satu tujuan bisnisnya dan dalam perjalanan bisnisnya masing masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pemberi bisnis dan penerima bisnisnya , bisnis franchise adalah duplikasi bisnis yang telah sukses yang diberikan kepada pihak kedua sebagai duplikasi dari bisnis yang dijalankan jika sebelumnya kita hanya menjual ayam goreng atau burger saja maka dengan konsep franchise kita menjual konsep bisnis secara utuh dan keseluruhan Karena bisnis franchise mengikat dua pihak dalam menjalankan bisnisnya maka perlu diatur dalam sebuah perjanjian yang mengatur masing masing pihak tentang hak dan kewajiban dalam menjalankan bisnisnya dan perjanjian itu lebih dikenal dengan nama perjanjian franchise  yaitu perjanjian yang diberlakukan jika kedua pihak menjalankan bisnisnya dengan konsep franchise dan perjanjian franchise biasanya berlaku 5 tahun atau lebih sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati Penting atau tidak pentingnya perjanjian franchise mungkin mempunyai sudut pandang masing masing namun menurut kami perjanjian franchise sangat penting karena dengan dibuatnya perjanjian maka kedua pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan bisnisnya , didalam perjanjian franchise masing masing memuat  beberapa hal sebagai berikut : Nama dan alamat pihak yang bertanggung jawab pada apa yang diperjanjikan Jenis Hak Kekayaan intelektual yang di perjanjikan dan disepakati Kegiatan usaha yang akan di perjanjikan dalam perjanjian Hak dan kewajiban sebagai pemberi dan penerima bisnis franchise Bantuan dan dukungan yang diberikan oleh pemberi bisnis franchise Wilayah usaha yaitu  batas wilayah usaha yang dimuat dalam perjanjian Jangka waktu perjanjian yaitu batas waktu yang diperjanjikan biasa dalam bisnis franchise adalah 5 tahun jangka waktunya Tata cara pembayaran misalnya berapa franchise fee , royalti fee dan biaya marketing lainnya serta batas waktu pembayaran Penyelesaian sengketa jika terjadi persengketaan dalam menjalankan bisnisnya Tata cara perpanjangan , pengakhiran dan pemutusan perjanjian Jaminan pihak pihak yang menjalankan bisnisnya dan kewajiban masing masing Jumlah gerai atau outlet yang diberikan dan diperjanjikan Untuk membuat perjanjian franhise memang sebaiknya dibantu atau dibuatkan oleh pihak yang berwenang atau yang mengerti tentang hukum dengan bagian legalitas atau pihak notariat yang biasa membuat surat perjanjian dan sebagainya tetapi jika memang memahami konsekuensi atas perjanjian yang dibuat boleh saja perjanjian franchise dibuat sendiri asalkan sesuai perundang undangan yang berlaku di Indonesia.   Salam Franchise , Taufik Hidayat THE FRANCHISE CONSULTANT IFBM Menara Kadin Indonesia  30 th Floor Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 Kav 2-4 Jakarta

Pentingnya Membuat Perjanjian Franchise Read More »

Bisnis Franchise – Cara Mempromosikan Produk

Pak Royandi,               Bagaimana cara mempromosikan produk franchise kita agar lebih dikenal luas. Promo seperti apa yang harus dilakukan. Terima kasih. DY, Jawa Tengah Jawab: Pak DY yang baik,   Dari pertanyaan anda saya asumsikan bahwa anda adalah seorang pemilik bisnis yang memasarkan bisnisnya secara franchising, atau lazim disebut sebagai Franchisor. Seperti umumnya hal pemasaran, maka dalam memasarkan apapun juga salah satu hal yang terpenting adalah siapa target market dan pemilik keputusannya (decision maker). Dalam memasarkan bisnis yang dipasarkan secara franchising, maka target market beserta decision maker-nya biasanya adalah orang yang sama, yaitu calon Franchisee. Maka setiap hal pemasaran yang dilakukan ditujukan untuk calon Franchisee, dimana brand menjadi tolok ukur utama. Bagaimana profil calon Franchisee? Biasanya mereka memiliki atau menguasai sumber dana yang cukup besar (sesuai dengan nilai bisnis yang dilirik) dan punya keinginan untuk memiliki bisnis. Yang menjadi masalah adalah bahwa dari seluruh calon Franchisee yang mencari bisnis, 70% hingga 80% dari padanya adalah tipe orang yang hanya ingin berinvestasi, atau dengan kata lain ingin mendapatkan penghasilan tambahan, sisanya adalah orang-orang yang benar-benar ingin melakukan bisnis. Pada dasarnya, franchising tidak cocok bagi orang yang hanya sekedar ingin berinvestasi, karena Franchisor yang sukses tahu bahwa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis secara franchising adalah apa yang disebut dengan “Owner Operator”, yaitu orang mau menjalankan bisnis sendiri(banyak terlibat dalam operasi bisnis). Jarang ada Franchisor yang mampu mendesain bisnisnya untuk investor, karena berbisnis itu memerlukan hati (passion), perhatian, inisiatif dan atau tindakan.   Berdasarkan hal tersebut diatas, cara promosi produk franchise yang efektif dan efisien adalah dengan selalu mengikuti pameran khusus untuk franchise, membuat seminar khusus mengenai bisnis kita yang dipasarkan secara franchising, membangun situs bisnis kita dengan halaman khusus mengenai franchising (sebaiknya multi language), menjadikan bisnis kita “word of mouth” melalui media sosial dan testimoni, mempromosikan melalui media-media cetak yang panjang umurnya (majalah bulanan yang biasanya disimpan oleh pembacanya dan sesuai dengan strata ekonomi target pasarnya), outlet selalu bertambah (tumbuh terus), tidak ada/sedikit yang gagal dalam operasinya. Semua hal tersebut diatas akan menjadikan brand kita menjadi kuat dengan citra yang baik. Khusus mengenai pameran franchise, di Jakarta setiap tahunnya ada 2 pameran franchise yang besar sehingga disebut sebagai expo franchise. Peserta pameran berkisar antara 120 hingga 170 bisnis. Pengunjung yang datang mencapai 10.000 hingga 15.000 orang selama 3 hari masa pameran, semuanya membayar harga tiket masuk yang cukup besar. Dalam hal ini berarti bahwa mereka memang sungguh-sungguh datang untuk mencari bisnis. Bagi Franchisor hal tersebut dapat dianalogikan seperti berburu dalam kebon binatang. Dengan “rajinnya” kita mengikuti pameran ini, calon konsumen akan mengukuhkan kita sebagai pemain dalam “industri franchise”, dimana secara branding akan sangat menguntungkan posisi kita.   Menjual barang dan menjual bisnis walaupun sama pada dasarnya, tapi dalam franchising berbeda halnya. Persamaannya adalah pada transaksi keuangan yang terjadi. Bedanya adalah pada tata cara menawarkannya dan bahwa pembeli bisnis tersebut adalah orang yang dipilih oleh Franchisor. Jadi, dalam franchising bukanlah sekedar beli-jual (buy and sell) atau “barter”. Tidak sekedar orang punya uang ingin membeli bisnis, Franchisor memiliki bisnis untuk “dijual”, maka terjadilah transaksi. Tapi halnya adalah “orang terpilih yang dipercaya” untuk menjalankan bisnis yang sudah diduplikasi (acquired and granted).   Bagaimana dengan cara menawarkannya? Mayoritas calon Franchisee pada umumnya adalah orang yang belum pernah menjalankan bisnis, khususnya bisnis yang kita kelola. Sehingga cara menawarkannya adalah kepada hal-hal untuk membantu mereka dalam menjalankan bisnis tersebut. Untuk itu, tentunya kita harus benar-benar mastery dalam bisnis yang kita jalankan. Dalam Peraturan Pemerintah (PP no.42, tahun 2007, tentang Waralaba), bila kita ingin memasarkan bisnis kita melalui franchising, ditentukan bahwa pengalaman bisnis pada bisnis yang ingin dipasarkan secara franchising adalah lebih-kurang 5 tahun dengan kondisi sudah balik modal. Apa hal-hal yang dapat membantu calon Franchisee dalam menjalankan bisnis kita? Tentunya adalah pelatihan tentang menjalankan bisnis sesuai pengalaman sukses kita, bantuan-bantuan pemasaran atas brand kita, bantuan cara memasarkan produk dalam bisnis sesuai target market bisnis kita, bantuan pemilihan lokasi bisnis, tata cara menjalankan bisnis kita (berbentuk dokumen atau sering disebut sebagai Standard Operating Procedure – SOP), bantuan pemecahan masalah dalam operasi dan lain-lain yang merujuk pada entrepreneurship.   Bila hal-hal tersebut diatas benar-benar dijalankan oleh Franchisor, maka resiko kegagalan akan menurun dan keberhasilan akan menjadi lebih besar. Keberhasilan Franchisee dalam menjalankan bisnis dengan sistem franchise ini jauh lebih besar dari pada menjalankan usaha secara sendirian (tanpa bantuan Franchisor). Keberhasilan Franchisee dalam menjalankan bisnis yang telah diduplikasi ini akan berakibat baik bagi brand dari Franchisor serta akan memberikan testimoni-testimoni positif bagi bisnis Franchisor. Bagaimana agar Franchisor dapat menjalankan hal-hal tersebut diatas? Kunci keberhasilannya adalah pada desain organisasi Franchisor. Organisasi Franchisor ini harus dapat memenuhi hal-hal yang ditawarkan atau dijanjiakan kepada Franchisee, terutama dalam hal membantu (support) kelancaran operasi bisnis yang dijalankan Franchisee.   Selamat berbisnis. Ir.Royandi Yunus.MBA

Bisnis Franchise – Cara Mempromosikan Produk Read More »

Usaha Franchise – Memilih Usaha Franchise

Pak Royandi, Menurut bapak mana yang yang harus saya pilih antara franchise kuliner dengan franchise laundry? Karena menurut saya keduanya sangat menarik dan memiliki prospek yang bagus. Mohon sarannya pak. Terima kasih. L, Jakarta Timur   Jawab:   Ibu L yang baik,   Bila anda meminta saya memilihkan, maka saya akan memilihkan bisnis pendidikan. Kenapa pendidikan? Karena minat saya adalah pada bidang pendidikan dan saya akan dapat bercerita banyak tentang bisnis pendidikan. Tapi jangan anda percaya dan turuti pilihan saya, karena itu bukan minat anda. Pertama-tama, anda sebaiknya memilih bisnis yang sesuai dengan minat anda dimana tentunya akan lebih banyak menguasai bidang tersebut. Hal kedua adalah siapa Franchisor yang anda pilih. Apakah Franchisor tersebut dapat menutup kekurangan anda serta membantu anda menguasai operasional bisnis tersebut. Apakah Franchisor tersebut sudah mempunyai program-program untuk membantu kita menjalankan bisnis tersebut? Kalaupun anda tidak/belum menguasai bisnis tersebut, tetapi karena memang mempunyai minat pada bidang itu, dengan bantuan pelatihan dan monitoring dari Franchisor, maka akan sangat mudahlah kita untuk belajar memahaminya. Pada kenyataannya, bekerja atau belajar pada bidang yang kita minati akan jauh terasa lebih ringan bebannya dibandingkan dengan melakukan sesuatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat kita. Semua masalah akan kita pandang sebagai tantangan dan hal yang menarik untuk dipecahkan. Bila ternyata minat anda memang pada bidang kuliner dan atau laundry, maka saya hanya dapat membagi saran atas dasar pengalaman teman-teman Franchisor dan Franchisee yang mempunyai minat sama dengan anda.   Dalam menjalankan bisnis, walaupun resikonya tidak sebesar seperti menjalankan usaha sendiri karena memakai sistem franchise, tetap memerlukan perhatian, pikiran dan kerja keras. Saya tidak tahu apakah anda sudah berkeluarga atau belum. Bila belum berkeluarga, tentunya akan lebih banyak waktu yang bisa dicurahkan pada bisnis tersebut dibandingkan bila sudah berkeluarga, sehingga untuk mengambil bidang mana yang akan dipilih hanya tinggal memilih mana yang paling menyenangkan. Bila sudah berkeluarga, maka akan berkurang waktu yang dimiliki untuk mengelola bisnis tersebut. Nah disinilah baru diperlukan pemilihan atau seleksi secara lebih terukur kepada kedua bidang yang sama-sama diminati tersebut. Yang perlu anda pertimbangkan adalah antara memenuhi kegiatan rutin sehari-hari versus mengelola bisnis. Anda perlu mengatur pembagian waktunya dan pilihlah waktu yang paling baik untuk tetap dapat berkontribusi di keluarga. Pilihlah bisnis yang banyak memberi anda dapat tetap bersentuhan dengan keluarga. Anda perlu sebuah team work di keluarga dan sebuah team work lain di bisnis yang anda jalankan.   Sebagai contoh, coba anda bayangkan, bila anda ambil bidang kuliner, maka anda dapat memindahkan arisan anda ketempat anda bekerja. Bila anda ambil bidang laundry, anda dapat membujuk anggota arisan anda untuk mempercayakan cuciannya di tempat anda. Yang terakhir ini (laundry) mungkin anda melakukan arisan di rumah anda, artinya hal tersebut dilakukan sambil tetap berdekatan dengan keluarga tetapi tetap melakukan aktifitas pemasaran bisnis anda. Jadi sebenarnya bergantung kembali kepada kebutuhan anda, sehingga dapat dipertimbangkan porsi mana yang akan anda ambil lebih besar.   Sebelum memutuskan pilihan, hal utama yang perlu anda lakukan adalah mendapatkan persetujuan dari keluarga terdekat untuk menjadi bagian dari team work anda dan siap membantu anda, karena ternyata pada kenyataannya dalam menjalankan sebuah usaha, keluarga terdekat adalah sumber masalah terbesar bila mereka merasa ditinggalkan. Hal ini tidak cuma berlaku bagi wanita saja, tetapi juga berlaku bagi pria, hal mana memerlukan persetujuan dari pasangannya atau dari keluarganya. Komitmen mereka akan dapat membuat anda tenang berbisnis.   Selamat memilih dan berbisnis.   Ir.Royandi Yunus.MBA    

Usaha Franchise – Memilih Usaha Franchise Read More »

Perencanaan Memiliki Usaha Franchise

Bila anda berkeinginan untuk memiliki usaha dengan sistem franchise, ada beberapa tips untuk melancarkan niat anda dalam merencanakan usaha anda.   Pertama, pilihlah jenis usaha yang paling anda minati. Dengan menjalankan jenis bisnis yang anda minati, maka setiap masalah yang mungkin anda temukan akan menjadi sebuah tantangan yang mengasyikan.   Kedua, pilihlah Franchisor dari bisnis yang anda minati tersebut, yang dapat memberikan bantuan yang anda pikir akan anda butuhkan, dimana Franchisor tersebut dapat membuktikan, baik dari segi kepiawaian (mastery) maupun dari segi organisasi, bahwa mereka mampu untuk membantu anda melalui sistem franchise sesuai harapan.   Ketiga, dengan didapatnya Franchisor yang sesuai harapan, bekerjasamalah dengan baik. Ikuti nasehat mereka, karena mereka berpengalaman dan lebih lihai dari anda di bisnis tersebut.   Keempat, persiapkan mental anda. Sebuah bisnis tidak mungkin akan tiba-tiba besar, tetapi harus dirintis. Anda harus kerja keras. Tanpa kerja keras anda, sebaik apapun bantuan dari Franchisor, anda tidak akan berhasil (bayangkan bila bisnis tersebut bukan bisnis yang anda minati, anda akan sangat cepat merasa lelah).   Kelima, pastikan keluarga yang anda cintai akan mendukung anda dalam berbisnis. Sulit untuk berkonsentrasi bila anda tidak mendapat dukungan dari mereka yang anda cintai.   Keenam, hitung kembali modal usaha anda dan sisihkan sebagian untuk jaminan dan keamanan orang-orang yang anda cintai untuk kurun waktu tertentu. Konsultasikan dengan Franchisor dari bisnis yang sesuai minat anda, kapan kira-kira bisnis yang akan anda operasikan akan mulai memberikan penghasilan yang memadai bagi anda. Ingat, perhitungan Franchisor bukanlah sebuah janji, perlu kerjasama yang baik untuk mencapainya.   Dalam franchising, anda akan berbisnis dan ber “partner” dengan orang yang telah piawai dibisnis tersebut dan Franchisor yang baik akan selalu berusaha agar anda sukses.   Jadi, selama anda turut bekerja dan mengikuti saran-saran Franchisor, siapa takut untuk berbisnis.   Selamat berbisnis.   Ir.Royandi Yunus.MBA

Perencanaan Memiliki Usaha Franchise Read More »

Cara Memilih Manajer Franchise

Sebuah perusahaan memutuskan untuk memasarkan produknya melalui sistem franchise. Setelah jadi bisnis modelnya, kemudian bersiap-siaplah perusahaan tersebut untuk mulai menjalankan pemasaran berdasarkan sistem franchise. Dalam struktur organisasi perusahaan, dibuatlah sebuah wing baru, yaitu divisi franchise. Karena franchising adalah aktifitas pemasaran, kemudian diangkatlah seorang karyawan yang berdedikasi tinggi dari divisi pemasaran. Karyawan tersebut diberi jabatan sebagai Manager Franchise dengan target kerja agar perusahaan dapat memiliki sejumlah Franchisee dalam kurun waktu tertentu. Tepatkah memilih orang tersebut sebagai Manager Franchise? Dalam franchising, inti kegiatannya adalah branding, marketing dan training. Yang dimaksud dengan branding disini adalah mengharumkan dan “menjaga” brand milik perusahaan. Kemudian yang dimaksud marketing adalah mulai dari memasarkan bisnis model hingga “memilih Franchisee yang tepat”. Sedangkan yang dimaksud dengan training adalah bagaimana cara melatih dan “menjaga” usaha Franchisee agar tetap dapat berjalan sukses sesuai dengan pengalaman milik Franchisor yang dituangkan dalam bisnis model. Melihat hal diatas, maka tugas dari seorang Manager Franchise adalah pertama mengawasi dan bertanggung jawab atas rekrutmen Franchisee, bahwa Franchisee yang bergabung tidak akan membuat masalah bagi perusahaan. Kedua, menganalisa progress bisnis Franchisee (operasional dan keuangan Franchisee), memberikan bantuan dan atau pelatihan bila mereka mendapatkan masalah serta bertanggung jawab terhadap eksistensi brand perusahaan yang dipergunakan oleh Franchisee. Ketiga, mengatur dan bertanggung jawab atas biaya dan pendapatan divisi franchise. Dengan tanggung jawab seperti diatas, maka kualifikasi dari seorang Manager Franchise adalah kualifikasi dari seorang senior manager atau general manager. Orang tersebut harus pernah memiliki pengalaman managerial yang cukup lama. Yang terpenting dalam posisi Manager Franchise adalah, bahwa dia harus diberikan wewenang dalam hal memilih Franchisee, memberikan pelatihan secara segera kepada Franchisee serta memutuskan hubungan dengan Franchisee. Dan hal utama yang sama pentingnya dengan kualifikasi orang pada posisi ini, yaitu bahwa divisi franchise bukanlah sekedar sebuah wing dari struktur organisasi perusahaan awal, tetapi merupakan sebuah organisasi sendiri yang mandiri. Hanya dengan demikian maka kemandirian atas kewenangan yang diberikan akan dapat berjalan tanpa terbentur oleh birokrasi lain yang ada dalam organisasi awal, dimana “mindset” dari para karyawan dalam organisasi awal dan organisasi franchise sudah pasti berbeda, yaitu bahwa mindset organisasi awal adalah mencari keuntungan untuk perusahaan sendiri, sedangkan mindset organisasi divisi franchise adalah membantu orang lain agar perusahaan orang lain tersebut mendapat untung. Selamat berbisnis. Ir.Royandi Yunus.MBA

Cara Memilih Manajer Franchise Read More »

Kriteria Usaha Franchise

Franchising pada dasarnya adalah salah satu sistem pemasaran dengan memberikan kesempatan kepada pelaku duplikat usaha untuk menjalankan usahanya secara mandiri. Kemandiriannya terutama pada kepemilikan unit (badan) usaha dan harta usahanya (seperti barang dagangan, uang hasil penjualan, dlsb). Dengan demikian sebenarnya cukup mudah untuk mengidentifkasikan sistem franchise; jika ada usaha franchise dengan konsep bahwa unit usaha atau harga usahanya juga dimiliki oleh franchisor, maka tentunya (secara mendasar) ini bukan sistem franchise.   Sedangkan sistem operasional usahanya tentunya ditetapkan oleh franchisor (pemberi/ penjual franchise), misalnya bagaimana cara mengelola keuangan, mengelola barang dagangan, melakukan cara pembayaran, dlsb. Dari kegiatan kami melakukan konsultasi franchise, mengikuti berbagai konferensi dan mendiskusikan beberapa literatur, kami menarik kesimpulan mengenai ciri usaha franchise yang ada di Indonesia:   1. Memberikan kesempatan mandiri; apakah franchisor memberikan kesempatan mandiri kepada franchiseenya? Bila jelas kemandiriannya, maka ada kemungkinan itu adalah sistem franchise. 2. Berhak menggunakan nama dan jaringan; pada umumnya franchisor akan memberikan beberapa hak kepada para franchiseenya, terutama sekali adalah Nama Usaha. Karena nama usaha merupakan salah satu tujuan dan kekuatan sistem franchise yang dipilih oleh franchisor untuk diterapkan. Kesempatan menggunakan jaringannya adalah kesempatan yang diberikan oleh franhisor kepada franchiseenya untuk memanfaatkan suplier, relasi, fasilitas, dan lain sebagainya untuk menunjang suskesnya usaha franchisee. 3. Mendapatkan dukungan pemasaran yang berkesinambungan; franchising adalah sistem pemasaran yang tentunya harus melakukan aktifitas pemasarannya secara dinamis. Mengapa kita tidak membuka sendiri saja usaha kita? Karena dengan sistem franchise kita yang tidak paham mengenai marketing akan mendapatkan bimbingan dan dukungan. Kami melihat pada pelaksanaannya, sistem franchise mempunyai komitmen untuk melakukan dukungan pemasaran yang bekesinambungan. 4. Dilandasi dengan Perjanjian; berbeda dengan peluang usaha (business opportunity), franchising menuntut kerjasama yang berkesinambungan. Pemahaman atas sistem usaha yang dilaksanakan kedua belah pihak. Masing-masing pihak (franchisor dan franchisee) mempunyai tugas dan tangung jawab untuk mensukseskan usaha dengan Nama yang sama. Maka dengan situasi di atas, kerjasama ini perlu dilandasi dengan Perjanjian. Di Indonesia perjanjian tersebut wajib tertulis (bukan hanya lisan). Saat ini pemerintah sudah mulai melihat pentingnya kriteria yang khusus untuk menetapkan bahwa suatu usaha dapat dikatakan menggunakan sistem franchise.   Dari diskusi saat lokakarya bersama pemerintah, ada wawasan bahwa kriteria sistem franchise yang akan dilihat oleh pemerinta meliputi: a. memiliki ciri khas usaha; b. terbukti sudah memberikan keuntungan; c. memiliki standar atas pelayanan dan barang danj atau jasa yangditawarkan yang dibuat secara tertulis; d. mudah diajarkan dan diaplikasikan; e. adanya dukungan yang berkesinambungan; f. Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar. Untuk sistem franchise, sudah diatur oleh Pemerintah. Anda dapat mengunduh peraturan tersebut di web site Kementrian Perdagangan, yaitu Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2008 tentang Waralaba (PP 42, 2008 tentang Waralaba).   Salam,   Ir.Royandi Yunus.MBA

Kriteria Usaha Franchise Read More »