konsultan franchise

3 Hal yang perlu di evaluasi dari calon franchisee

Mendapatkan franchisee merupakan momentum yang menyenangkan bagi franchisor. Selain karena mendapatkan tambahan pemasukan dari Franchise Fee yang dibayarkan oleh Franchisee, kesempatan untuk menambah jumlah outlet tanpa mengeluarkan investasi adalah alasan yang utama. Namun franchisor perlu lebih teliti dalam memilih calon franchisee yang akan disetujui sebagai mitra kerjasama franchise. Perlu ada tahapan seleksi serta kriteria calon franchisee yang cocok untuk diajak bermitra, tujuannya agar Anda dapat mitra yang memiliki komitmen berbisnis yang sama dengan Anda. Kesamaan komitmen dengan Anda sebagai franchisor, merupakan pertimbangan penting dalam menyeleksi calon franchisee. Jangan sampai Anda mendapatkan franchisee yang tidak serius dalam berbisnis. Hal ini bisa lebih celaka lagi kalau franchisee tersebut dikemudian hari tidak bisa menjaga reputasi merek yang Anda berikan kepadanya. Untuk itu, setidaknya ada 3 hal yang perlu Anda gali dari calon franchisee Anda agar dapat lebih yakin apakah calon franchisee tersebut benar-benar mitra yang cocok atau tidak. Ketiga hal yang penting yang perlu anda gali adalah:                 Kemampuan Teknis Salah satu poin yang perlu digali dari calon franchisee adalah kemampuan dan pengetahuannya dalam hal teknis bisnis yang Anda jalankan. Hal ini penting mengingat apabila nanti Anda menerima calon franchisee ini, maka secara tidak langsung dia akan menjalankan bisnis seperti Anda saat ini pada lokasi yang dia usulkan. Setiap bisnis tentu memiliki karakteristik teknis yang berbeda-beda, misalnya untuk bisnis kuliner, pengetahuan dan kemampuan mengenai bahan baku, peralatan memasak, cara mengolah bahan makanan dan minuman, pelayanan terhadap pelanggan merupakan sebagian hal yang berkaitan dengan teknis pengelolaan bisnis kuliner. Apabila bisnis Anda pendidikan tentu akan berbeda lagi, begitu juga dengan bengkel atau salon kecantikan. Oleh karena itu, ada baiknya franchisor menggali secara mendalam apakah calon franchisee Anda ini memiliki kemampuan teknis sesuai dengan bidang usaha Anda. Ada kemungkinan calon franchisee Anda orang yang sudah memiliki kemampuan teknis, karena berlatar belakang mantan karyawan di perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama dengan Anda, atau ada kemungkinan calon franchisee Anda orang yang memang belum punya kemampuan teknis yang banyak di bidang Anda karena latar belakang pekerjaan dia sebelumnya tidak berhubungan dengan bidang usaha Anda saat ini. Pilihan kembali kepada Anda, apakah Anda lebih menyukai orang yang sudah punya pengetahuan dan kemampuan teknis yang sama di bidang usaha Anda agar tidak perlu mengajarkan terlalu banyak ketika mulai berusaha. Atau Anda memilih calon franchisee yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan sama sekali di bidang usaha Anda dengan pertimbangan lebih mudah mengajarkan hal baru kepada orang tersebut agar tidak terlalu banyak perdebatan karena pengalaman yang dia bawa dari pekerjaannya sebelumnya.   Kemampuan Finansial Selain kemampuan teknis, hal lain yang juga tidak kalah penting untuk digali adalah kemampuan finansial dari calon franchisee. Sebagaimana kita ketahui membeli franchise sama artinya membeli sebuah bisnis. Selayaknya membeli sebuah bisnis tentu bukan investasi yang sembarangan, butuh sejumlah dana untuk membelinya. Oleh karena itu, franchisor perlu menggali calon franchisee-nya apakah memiliki dana yang cukup untuk membeli bisnisnya. Dana yang dimaksud di sini mungkin tidak hanya sebatas dana investasi untuk membuka outlet franchise yang ditawarkan franchisor, tetapi juga dana cadangan bagi kehidupan pribadi calon franchisee tersebut selagi membangun bisnis yang dibelinya dari franchisor. Karena ketika membeli franchise tidak ada jaminan bisa langsung untung di hari pertama dia opening. Selalu ada resiko dalam setiap perjalanan bisnis. Untuk itu, franchisor mungkin juga perlu menggali apakah calon franchisee ini mendapat dukungan keluarga ketika akan membeli bisnis dari franchisor. Jangan sampai karena urusan keuangan internal keluarga menjadi terganggu karena keputusan calon franchisee yang tidak didukung keluarganya. Karakter Pribadi Selain kedua alasan yang telah dijelaskan sebelumnya, hal yang terpenting untuk digali dari calon franchisee adalah karakter pribadinya. Karakter pribadi menjadi penting karena ini mungkin jadi faktor yang paling menentukan ke depannya. Kecocokan karakter pribadi calon franchisee dengan franchisor harus menjadi pertimbangan utama demi langgengnya kerjasama franchise yang akan dibangun. Karakter calon franchisee yang paling disenangi biasanya adalah yang penurut, terutama mau menuruti sistem serta Standard Operating Procedure (SOP) yang telah dibuat oleh franchisor. Dalam menggali karakter pribadi seseorang terkadang susah-susah gampang, di awal sebelum kerjasama terjalin, calon franchisee biasanya memang terlihat baik dan penurut. Namun itu belum tentu karakter asli pribadi yang bersangkutan. Oleh karena itu, Franchisor harus punya strategi dan metode khusus untuk mencari tahu karakter sebenarnya dari calon franchisee-nya. Karena sekali salah pilih calon franchisee, maka konflik dapat terjadi bertahun-tahun sepanjang masa kerjasama franchise yang disepakati di perjanjian. Proses evaluasi calon franchisee, merupakan salah satu langkah penting dalam berbisnis franchise bagi franchisor. Oleh karena itu, franchisor sebaiknya memiliki tahapan proses evaluasi yang bagus dalam menggali kemampuan teknis, kemampuan finansial dan karakter pribadi calon franchisee-nya. Semakin bagus tahapan proses evaluasi calon franchisee yang dimiliki oleh franchisor, maka peluang untuk mendapatkan franchisee yang berkomitmen kuat terhadap brand dan bisnis yang dimiliki franchisor juga semakin besar. Franchisee yang memiliki komitmen kuat akan serius bahu-membahu bersama Anda membangun bisnis franchise yang sukses. Semoga bermanfaat. Salam,   Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id International Franchise Business Management Member of World Franchise Associate (WFA)   Menara Kadin Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3 Jakarta

3 Hal yang perlu di evaluasi dari calon franchisee Read More »

3 Point Yang Perlu Anda Kenali Sebelum Membeli Franchise

Bagi Anda calon pembeli franchise atau biasa dikenal dengan istilah franchisee, sebaiknya Anda teliti dalam memilih bisnis franchise yang akan Anda beli. Karena bukan tidak mungkin Anda dihadapkan dengan puluhan bahkan ratusan brand franchise ketika Anda datang ke sebuah pameran franchise. Banyaknya pilihan brand yang ditawarkan pada Anda tentu akan sangat membingungkan dalam membuat keputusan. Hal yang sering terjadi kepada calon franchisee adalah kebingungan memilih bidang usaha yang ingin dijalankan, hingga memilih brand franchisor yang ingin dibeli. Sebenarnya kejadian ini wajar terjadi kepada semua orang yang akan memulai bisnis, bukan hanya pada Anda yang akan membeli franchise. Namun untuk mengeliminasi kebingungan Anda, ada beberapa tips yang dapat diikuti seperti di bawah ini: Passion Sebelum Anda mencari bisnis apa yang cocok buat Anda jalankan, ada baiknya Anda menggali terlebih dahulu minat (passion) Anda. Hal ini penting untuk mengetahui ketertarikan serta hal-hal yang senang Anda jalankan. Bukankah lebih menyenangkan menjalankan bisnis yang sejalan dengan kesenangan pribadi ketimbang yang kurang diminati. Menggali minat pribadi ini bisa dilakukan dengan mengenali hobi Anda, bisa juga dengan menggali pengalaman masa lalu yang paling menyenangkan buat Anda atau bisa juga dengan mengingat kembali target atau cita-cita Anda di masa depan, bahkan kadang bisa juga dicari dari tujuan hidup Anda. Kita tentunya akan sangat senang apabila menjalankan bisnis yang bisa sejalan dengan tujuan hidup kita. Dalam menggali tujuan hidup ini, jangan lupa untuk mengingat kembali motivasi Anda berbisnis serta mempertimbangkan dukungan keluarga dalam mengambil peluang bisnis franchise ini. Karena tidak jarang kurangnya dukungan keluarga jadi penghambat dalam menjalankan bisnis. Brand Dalam hal brand, penting untuk Anda mencari tahu tingkat kepopuleran brand franchise yang ditawarkan kepada Anda. Karena pada prinsipnya menjual produk atau jasa yang “ngetop” tentu akan lebih mudah ketimbang yang kurang “ngetop”. Untuk itu, apabila dirasa perlu mungkin boleh saja Anda melakukan survei kecil-kecilan terhadap popularitas brand yang akan Anda dibeli di daerah sekitar calon lokasi Anda, sekaligus mengenali karakter target market yang ada di daerah tersebut. Selain masalah popularitas brand, jangan lupakan juga masalah legalitas brand tersebut. Tidak ada salahnya untuk memastikan apakah mereknya sudah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Franchisor atau belum. Karena apabila belum didaftarkan atau bahkan didaftarkan oleh pihak lain, maka ada potensi konflik terhadap kepemilikan brand yang mungkin terjadi dikemudian hari. Konsekuensi terburuk yang dapat terjadi bagi franchisee, adalah diharuskan mengganti brand-nya dikemudian hari. Hal ini tentu sangat tidak mengenakkan apalagi sudah banyak pelanggan yang mengenal produk atau jasa Anda, tentu ini sangat merugikan. Support Dukungan yang akan diberikan oleh franchisor, tentu harus menjadi pertimbangan yang paling penting bagi calon franchisee. Sebagai orang yang baru ingin memulai bisnis, tentunya banyak kekhawatiran yang muncul dipikiran Anda tentang bagaimana menghadapi kendala-kendala ketika memulai usaha. Bantuan untuk memulai bisnis tentu merupakan kemudahan yang sangat diharapkan yang dapat diperoleh dari Franchisor. Bantuan dari franchisor ini diharapkan dapat mengurangi resiko kegagalan pada saat berusaha, mengingat franchisor sudah lebih berpengalaman di bidang usaha yang akan Anda jalani ini sebelumnya. Sejauh mana keterlibatan franchisor dalam memberikan bantuan tentu harus menjadi pertimbangan Anda dalam memilih bisnis franchise yang akan Anda beli. Semakin banyak dukungan yang dapat diberikan oleh franchisor tentu akan semakin membantu Anda dalam menjalankan bisnis. Mungkin ada baiknya juga Anda mencari informasi kepada orang yang telah lebih dulu bergabung menjadi franchisee, untuk mendapatkan pandangan lain tentang dukungan yang diberikan oleh franchisor. Karena bisa saja dukungan yang dijanjikan oleh franchisor di awal kerjasama tidak terwujud ketika kerjasama franchise telah berjalan. Sebagai calon pembeli franchise, tidak hanya kesiapan dana yang diperlukan ketika membeli bisnis franchise, kesiapan mental serta strategi saat menyeleksi bisnis serta franchisor yang menawarkan bisnis tersebut juga merupakan salah satu kunci sukses Anda dalam berbisnis franchise. Oleh karena itu, tips untuk memilih bisnis franchise yang telah dijelaskan di atas diharapkan dapat membantu Anda. Salam,   Wahdi Fakhrozy THE FRANCHISE CONSULTANT wahdifakhrozy@franchiseacademy.co.id International Franchise Business Management Member of World Franchise Associate (WFA)   Menara Kadin Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kuningan Blok X – 5 Kav 2-3 Telp.(021) 52994547  Fax (021) 52994599 Jakarta

3 Point Yang Perlu Anda Kenali Sebelum Membeli Franchise Read More »