Hubungi Kami : (021) 296 41453

Menawarkan Waralaba

Menawarkan Waralaba

Berikut adalah materi Belajar Red Module yang membahas mengenai langkah-langkah yang efektif dalam menawarkan waralaba. Proses menawarkan waralaba ini merupakan salah satu proses penting ketika pemberi waralaba mencari calon penerima waralaba yang cocok.

MENAWARKAN WARALABA DAN MEMBUAT

PERJANJIAN KERJASAMA

 

DESKRIPSI SINGKAT

Menawarkan waralaba adalah tahap awal dari proses merekrut penerima waralaba. Tahapan ini merupakan tahapan krusial dalam membangun hubungan antara pemberi dan penerima waralaba. Awalan yang baik dalam hubungan antara pemberi dan penerima waralaba akan menentukan kesuksesan selanjutnya.

 

Dalam membangun hubungan antara antara pemberi dan penerima waralaba ada 3 hal kunci yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Melakukan rekrutmen yang baik agar mendapatkan penerima waralaba yang tepat
  • Menyusun perjanjian waralaba yang lengkap dan jelas.
  • Memastikan bahwa penerima waralaba yang direkrut paham benar isi perjanjian waralaba yang ditandatangani bersama

 

TUJUAN MATERI

Dalam kemitraan waralaba, salah satu titik krusial dalam hubungan antara pemberi dan penerima waralaba adalah saat awal memulai kemitraan. Bagi pemberi waralaba perlu ketelitian dalam memilih mitra.

 

Karena mitra yang tepat akan menentukan kesuksesan kerjasama kemitraan waralaba selanjutnya, mengingat waktu kerjasama antar pemberi dan penerima waralaba bukanlah waktu yang singkat. Umumnya kerjasama kemitraan waralaba berlangsung minimal selama 5 tahun.

 

Bayangkan apa yang terjadi apabila pemberi waralaba mendapatkan mitra yang kurang baik dan harus menjalani kerjasama dalam waktu 5 tahun. Tentunya akan sangat menyulitkan bagi perkembangan usaha waralaba yang sedang dijalankan. Oleh karena itu, pemberi waralaba atau calon pemberi waralaba perlu memahami benar bagaimana cara melakukan proses pemasaran konsep waralabanya agar mendapatkan mitra yang cocok. 

 

Tujuan materi ini adalah membantu Pemberi Waralaba mempersiapkan tahapan-tahapan penawaran konsep waralabanya hingga proses seleksi calon penerima waralabanya agar mendapatkan mitra yang tepat.

 

MATERI MENAWARKAN WARALABA

Ukuran keberhasilan dari proses menawarkan waralaba adalah mendapatkan mitra penerima waralaba yang tepat. Untuk mendapatkan penerima waralaba yang tepat, pemberi waralaba tentunya perlu mendefinisikan terlebih dahulu profil penerima waralaba yang diharapkan. Selain mendefinisikan profil penerima waralaba, hal lain yang tidak kalah penting adalah tahapan proses dalam menawarkan waralaba hingga seleksi calon penerima waralaba untuk mendapatkan penerima waralaba yang cocok.

 

Tahapan penawaran waralaba diantaranya :

 

PROMOSI WARALABA

Pada tahapan ini pemberi waralaba perlu melakukan sosialisasi dan promosi untuk menawarkan paket waralabanya. Promosi paket waralaba yang umum dilakukan biasanya melalui 3 cara, yaitu iklan (bisa melalui media cetak yang spesifik membahas tentang waralaba atau melalui internet), pameran waralaba, atau seminar waralaba.

 

Iklan media cetak biasanya dilakukan dengan tujuan membangun citra perusahaan (branding) agar masyarakat atau calon penerima waralaba yang potensial mengetahui peluang usaha yang ditawarkan. Atau dapat juga untuk untuk mengundang calon penerima waralaba potensial untuk menghadiri acara pameran atau seminar waralaba yang diadakan.

 

Pameran waralaba biasa dilakukan untuk mendapatkan data calon penerima waralaba potensial sebanyak-banyaknya. Apalagi pameran waralaba yang diikuti adalah pameran waralaba yang berskala nasional atau bahkan internasional. Pameran yang berskala internasional yang biasa diadakan di Jakarta selama 3 hari, pengunjung yang hadir bisa mencapai 15.000 orang. Jumlah ini tentu sangat potensial apabila di follow up untuk menjadi penerima waralaba.

 

Dari ketiga cara tersebut, yang paling efektif untuk mendapatkan penerima waralaba yang cocok adalah dengan seminar waralaba. Seminar waralaba ini dapat dilakukan dengan mengundang calon-calon penerima waralaba yang potensial untuk datang ke kantor atau outlet pemberi waralaba untuk mendengarkan presentasi dari pemberi waralaba. Dalam presentasi tersebut dapat juga sekaligus ditunjukkan berbagai fasilitas dan dukungan yang didapat oleh penerima waralaba. Hal ini akan sangat menarik bagi calon penerima waralaba.

 

PENERIMAAN FORM APLIKASI

Setelah mendapatkan kandidat calon penerima waralaba melalui proses promosi penawaran waralaba, langkah berikutnya yang dapat dilakukan adalah dengan meminta peminat yang ada untuk mengisi form aplikasi waralaba. Pengisian form aplikasi ini memiliki 2 tujuan, yaitu untuk melihat keseriusan dari peminat untuk membeli peluang usaha waralaba yang ditawarkan serta untuk mempermudah penyimpanan database calon penerima waralaba potensial. Penyimpanan database calon penerima waralaba potensial ini sangat berguna mengingat tidak semua aplikasi yang masuk otomatis layak menjadi penerima waralaba. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perlu kecocokan antara penerima waralaba dengan pemberi waralaba. Oleh karena itu, apabila satu aplikan tidak layak diterima, maka masih ada banyak data lain dalam database yang dapat diseleksi untuk menjadi penerima waralaba.

 

MEMASTIKAN KESERIUSAN CALON PENERIMA WARALABA

Dari aplikasi yang masuk menjadi database, masih perlu dipastikan lagi keseriusan calon penerima waralaba potensial, karena bisa saja aplikan yang memasukkan aplikasi tersebut juga memasukkan aplikasi untuk bisnis lain dan masih menimbang-nimbang untuk memilih usaha waralaba yang ingin dibeli. Proses memastikan keseriusan ini dilakukan dengan meminta calon penerima waralaba potensial untuk menandatangani pernyataan kerahasiaan.

 

Surat pernyataan kerahasiaan berisi hal-hal sebagai berikut :

  1. Ucapan terima kasih dari pemberi waralaba kepada calon penerima waralaba potensial atas minat dan keseriusannya untuk membeli peluang waralaba
  2. komitmen dari pemberi waralaba untuk segera merespon aplikasi dari calon penerima waralaba potensial
  3. Pernyataan dari pemberi waralaba untuk meminta komitmen dari calon penerima waralaba untuk :
  • Menjaga prospektus penawaran waralaba yang akan diberikan oleh pemberi waralaba kepada calon penerima waralaba agar informasi yang ada di dalamnya hanya digunakan untuk konsumsi informasi bagi calon penerima waralaba saja, dan tidak untuk digandakan atau digunakan bagi kepentingan pihak lain.
  • Menjamin bahwa calon penerima waralaba tidak akan menggunakan segala informasi yang tercantum dalam Prospektus penawaran waralaba untuk hal-hal yang dapat merugikan usaha waralaba milik pemberi waralaba.

 

Setelah calon penerima waralaba menandatangani surat pernyataan kerahasiaan, maka pemberi waralaba dapat melanjutkan proses berikutnya untuk survei lokasi dan pemberian prospektus penawaran waralaba.

 

SURVEI LOKASI

Setelah calon penerima waralaba menandatangani surat pernyataan kerahasiaan, proses berikutnya adalah survey lokasi. Survey lokasi ini adalah proses penilaian kelayakan lokasi yang dimiliki atau diusulkan oleh calon penerima waralaba. Biaya untuk survey lokasi ini sebaiknya menjadi tanggungan dari pemberi waralaba. Karena apabila biaya survei lokasi ini ditanggung oleh calon penerima waralaba, maka hasil survei lokasi akan menjadi milik dari calon penerima waralaba tersebut. Padahal bagi pemberi waralaba database lokasi potensial merupakan salah satu kunci kesuksesan untuk mempercepat proses duplikasi usaha waralaba.

 

Bagi pemberi waralaba penting untuk memiliki kriteria lokasi yang standar, agar siapapun dari tim pemberi waralaba yang menilai akan memberikan hasil yang sama dan mempercepat juga dalam pengambilan keputusan atas sebuah lokasi.

 

MEMBERIKAN INFORMASI RINCI DAN LEBIH MENJUAL

Apabila hasil survei lokasi calon penerima waralaba menunjukkan layak, maka pemberi waralaba dapat memberikan informasi yang rinci dan lebih menjual kepada calon penerima waralaba. Informasi yang lebih rinci dan menjual dari pemberi waralaba berupa dokumen prospektus penawaran waralaba.

 

Prospektus penawaran waralaba ini berisi tentang informasi yang lebih rinci mengenai data-data perusahaan pemberi waralaba serta termasuk laporan keuangan di dalamnya. Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 53 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Waralaba disebutkan bahwa prospektus penawaran waralaba sekurang-kurangnya berisi tentang:

 

  • Data identitas Pemberi Waralaba, yaitu fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau paspor pemilik usaha apabila perseorangan, dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau paspor para Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi apabila berupa badan usaha.
  • Legalitas usaha Waralaba, yaitu izin usaha teknis seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Tetap Usaha Pariwisata, Surat Izin Pendirian Satuan Pendidikan atau izin usaha yang berlaku di negara Pemberi Waralaba.
  • Sejarah kegiatan usahanya, yaitu uraian yang mencakup antara lain mengenai pendirian usaha, kegiatan usaha, dan pengembangan usaha.
  • Struktur organisasi Pemberi Waralaba, yaitu struktur organisasi usaha Pemberi Waralaba mulai dari Komisaris, Pemegang Saham dan Direksi sampai dengan ke tingkat operasionalnya.
  • Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir, yaitu laporan keuangan atau neraca keuangan Perusahaan Pemberi Waralaba 2 (dua) tahun berturut-turut dihitung mundur dari waktu permohonan Prospektus Penawaran Waralaba dan telah diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi usaha Mikro dan Kecil.
  • Jumlah tempat usaha, yaitu outlet/gerai usaha waralaba sesuai dengan Kabupaten/Kota domisili untuk Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan sesuai dengan negara domisili outlet/gerai untuk Pemberi Waralaba Luar Negeri.
  • Daftar Penerima waralaba, yaitu daftar nama dan alamat perusahaan dan/atau perseorangan sebagai Penerima waralaba dan perusahaan yang membuat prospektus penawaran waralaba baik yang berdomisili di Indonesia maupun di Luar Negeri.
  • Hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba, yaitu hak yang dimiliki baik oleh Pemberi Waralaba maupun Penerima Waralaba, seperti;
    • Pemberi Waralaba berhak menerima fee atau royalty dari Penerima Waralaba, dan selanjutnya Pemberi Waralaba berkewajiban memberikan pembinaan secara berkesinambungan kepada Penerima Waralaba.
    • Penerima Waralaba berhak menggunakan Hak Kekayaan Intelektual atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba, dan selanjutnya Penerima Waralaba berkewajiban menjaga Kode Etik/kerahasiaan HKI atau ciri khas usaha yang diberikan Pemberi Waralaba.

 

MELAKUKAN INTERVIEW DAN INVESTIGASI

Tahapan berikutnya dalam proses rekrutmen calon penerima waralaba adalah interview dan investigasi. Proses ini dilakukan dengan mengundang calon penerima waralaba potensial untuk hadir ke kantor pemberi waralaba untuk membicarakan lebih lanjut peluang kerjasama waralabanya. Proses ini berguna bagi pemberi waralaba untuk lebih memastikan lagi keseriusan calon penerima waralaba. Selain itu, proses ini dapat menggali lebih dalam karakter calon penerima waralaba, potensi teknis serta potensi keuangan dari calon penerima waralaba.

 

PEMBUATAN BUSINESS PLAN

Setelah calon penerima waralaba dianggap layak berdasarkan hasil interview dan investigasi, maka tahapan berikutnya adalah pembuatan rencana bisnis. Rencana bisnis ini harus dibuat oleh calon penerima waralaba dan pemberi waralaba hanya mendampingi sekaligus memandu cara membuat rencana bisnis.

 

Rencana bisnis dibuat oleh calon penerima waralaba karena calon penerima waralaba harus mengenali potensi bisnis di lokasi miliknya. Selain itu, bagi pemberi waralaba pembuatan rencana bisnis oleh calon penerima waralaba juga memberikan keuntungan, karena apabila rencana bisnis tersebut dibuat oleh pemberi waralaba akan terkesan hanya sebagai “janji” oleh calon penerima waralaba. Hal ini dapat berdampak kurang baik dikemudian hari seandainya janji tersebut tidak terpenuhi, tidak menutup kemungkinan calon penerima waralaba tersebut menuntut kepada pemberi waralaba. Tentunya hal ini perlu dihindari sedari awal.

 

Sebelum proses pembuatan rencana bisnis ini, pemberi waralaba dapat menarik down payment (DP) dari calon penerima waralaba sebagai komitmen. Komitmen atas DP yang dibayarkan tersebut dapat sebagai berikut :

 

  • Apabila hasil pembuatan rencana bisnis layak, maka calon pemberi waralaba wajib meneruskan aplikasi waralaba tersebut dan pemberi waralaba dapat menghitung DP yang telah dibayarkan untuk mengurangi jumlah total Franchise Fee yang harus dibayarkan calon penerima waralaba
  • Apabila hasil pembuatan rencana bisnis layak, namun calon pemberi waralaba tidak ingin meneruskan aplikasi, maka DP yang telah dibayarkan dapat dinyatakan hangus
  • Apabila hasil pembuatan rencana bisnis tidak layak, maka aplikasi tidak dapat diteruskan dan DP harus dikembalikan oleh pemberi waralaba

 

REVIEW AGREEMENT

Tahapan akhir dari proses rekrutmen calon penerima waralaba tentunya adalah penandatanganan perjanjian waralaba. Namun sebelum menandatangani perjanjian, perlu satu tahapan lagi, yaitu review agreement. Pada tahapan ini, perjanjian yang akan ditandatangani direview bersama antara calon penerima waralaba dan pemberi waralaba. Tujuannya agar seluruh isi perjanjian dipahami oleh calon penerima waralaba. Biasanya sebelum proses review agreement ini, calon penerima waralaba dapat diberi kesempatan untuk membaca dan mempelajari isi perjanjian tersebut.

 

PENANDATANGANAN PERJANJIAN

Setelah  calon penerima waralaba paham dengan keseluruhan isi perjanjian waralaba barulah perjanjian waralaba ditandatangani bersama. Pada saat tanda tangan perjanjian inilah pelunasan seluruh biaya investasi harus dilakukan oleh calon penerima waralaba. Jadi penandatanganan perjanjian ini sebagai titik awal permulaan kerjasama waralaba antara pemberi waralaba dan penerima waralaba.

 

Pada Materi berikutnya akan dijelaskan beberapa ulasan materi mengenai pemasaran secara umum, untuk mendukung materi penawaran waralaba ini. Materi Pemasaran secara umum akan di jelaskan pada RED MODULE -  TEORI UMUM PEMASARAN