Hubungi Kami : (021) 296 41453

Membuat Perjanjian Waralaba

Membuat Perjanjian Waralaba

Berikut adalah materi Belajar Red Module yang membahas mengenai cara membuat perjanjian waralaba. Perjanjian Waralaba adalah rujukan yang mengikat antara pemberi waralaba dan penerima waralaba dalam periode kerjasama. Oleh karena itu, pemberi waralaba penting untuk membuat perjanjian waralaba yang lengkap dan jelas untuk memproteksi bisnis dan kerjasamanya.

 

MEMBUAT PERJANJIAN WARALABA

 

Sebelum membuat perjanjian waralaba, perlu diketahui terlebih dahulu dasar hukum dan syarat perjanjian secara umum. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya.

 

Syarat sahnya sebuah perjanjian sebagai berikut :

 

  1. Adanya kata sepakat;
  2. Masing-masing pihak cakap (memiliki kompetensi) untuk membuat Perjanjian;
  3. Perjanjian adalah mengenai hal yang tertentu (harus jelas);
  4. Adanya causa/sebab yang halal (perjanjian tidak boleh berisikan hal yang bertentangan dengan hukum dan norma).

 

  • Perjanjian waralaba yang mengikat antara pemberi waralaba dan penerima waralaba juga diatur dalam peraturan. Perjanjian waralaba sekurang-kurangnya berisi:

 

  1. Nama dan alamat para pihak, yaitu nama dan alamat jelas pemilik/penanggungjawab perusahaan yang mengadakan perjanjian yaitu Pemberi Waralaba dan Penerima
  2. Jenis hak Kekayaan Interlektual, yaitu jenis Hak Kekayaan Intelektual Pemberi Waralaba, seperti merek dan logo perusahaan, desain outlet/gerai, sistem manajemen/pemasaran atau racikan bumbu masakan yang diwaralabakan.
  3. Kegiatan usaha, yaitu kegiatan usaha yang diperjanjikan seperti perdagangan eceran/ritel, pendidikan, restoran, apotek atau bengkel.
  4. Hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba, yaitu hak yang dimiliki baik oleh Pemberi Waralaba maupun Penerima Waralaba, seperti:

Pemberi Waralaba berhak menerima fee atau royalty dari Penerima Waralaba, dan selanjutnya Pemberi Waralaba berkewajiban memberikan pembinaan secara berkesinambungan kepada Penerima Waralaba.

Penerima Waralaba berhak menggunakan Hak Kekayaan Intelektual atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba, dan selanjutnya Penerima Waralaba berkewajiban menjaga Kode Etik/kerahasiaan HKI atau ciri khas usaha yang diberikan Pemberi Waralaba.

  1. Bantuan, fasilitas, bimbingan operasional, pelatihan, dan pemasaran yang diberikan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba, seperti bantuan fasilitas berupa penyediaan dan pemeliharaan komputer dan program IT pengelolaan kegiatan usaha.
  2. Wilayah usaha, yaitu batasan wilayah yang diberikan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba untuk mengembangkan bisnis Waralaba seperti; wilayah Sumatra, Jawa dan Bali atau di seluruh Indonesia.
  3. Jangka waktu perjanjian, yaitu batasan waktu mulai dan berakhir perjanjian terhitung sejak surat perjanjian ditandatangani oleh kedua belah pihak.
  4. Tata cara pembayaran imbalan, yaitu tata cara/ketentuan termasuk waktu dan cara perhitungan besarnya imbalan seperti fee atau royalty apabila disepakati dalam perjanjian yang menjadi tanggung jawab Penerima Waralaba.
  5. Penyelesaian sengketa, yaitu penetapan tempat/lokasi penyelesaian sengketa, seperti melalui Pengadilan Negeri tempat/domisili perusahaan atau melalui Pengadilan, Arbitrase dengan mengunakan hukum Indonesia.
  6. Tata cara perpanjangan, pengakhiran, dan pemutusan perjanjian seperti pemutusan perjanjian tidak dapat dilakukan secara sepihak, perjanjian berakhir dengan sendirinya apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian telah berakhir. Perjanjian dapat diperpanjang kembali apabila dikehendaki oleh kedua belah pihak dengan ketentuan yang ditetapkan bersama.
  7. Jaminan dari pihak Pemberi Waralaba untuk tetap menjalankan kewajiban-kewajibannya kepada Penerima Waralaba sesuai dengan isi Perjanjian hingga jangka waktu Perjanjian berakhir.
  8. Jumlah gerai yang akan dikelola oleh Penerima Waralaba

 

Selain konten wajib di atas, sebenarnya banyak hal lain yang juga penting untuk dimasukkan ke dalam perjanjian waralaba. Konten tersebut menjadi domain dari masing-masing usaha terutama untuk menjaga kemungkinan buruk yang tidak diingin terjadi dikemudian hari. Hal lain yang juga perlu dimasukkan ke dalam perjanjian waralaba adalah :

 

  1. Biaya dan Cara Pembayaran
  2. Ketentuan mengenai tempat dan pembebanan sewa
  3. Hal-hal mengenai Perbaikan, Perlengkapan, dan Peralatan
  • Kewajiban penerima waralaba dalam hal menanggung dan memenuhi kondisi yang diberikan pemberi waralaba dalam hal perbaikan, perlengkapan dan peralatan.
  • Rencana dan spesifikasi outlet
  • Melaksanakan pekerjaan pembangunan outlet dan pembuatan peralatan
  • Perubahan tempat oleh penerima waralaba
  • Ketentuan mengenai peralatan dan fixtures
  • Ketentuan mengenai Signage, Exterior dan Interior
  • Ketentuan mengenai pengaturan pemeliharaan
  • Ketentuan mengenai hal-hal penggantian kerugian yang harus ditanggung sendiri oleh penerima waralaba
  1. Perjanjian mengenai kegiatan pelatihan, bimbingan dan bantuan lapangan saat pembukaan
  2. Kegiatan Operasional Usaha
  • Ketentuan dan keterangan rinci mengenai pendampingan saat mulai operasional usaha
  • Mengenai Standar dan Kualitas
  • Kerahasiaan Panduan Usaha
  • Perawatan dekorasi interior dan exterior
  • Perubahan dan pembaharuan outlet
  • Hari libur dan jam operasi outlet
  • Penanggung jawab outlet
  • Ketentuan agar penerima waralaba berupaya secara maximal untuk penjualan di outlet
  • Ketentuan mengenai pegawai outlet
  • Ketentuan pegawai untuk tidak saling bajak dengan penerima waralaba yang sama
  • Ketentuan pegawai untuk tidak dapat bekerja pada perusahaan sejenis setelah berhenti bekerja dalam kurun waktu tertentu
  • Ketentuan mengenai cash register, keseragamam system akunting, laporan keuangan dan tata cara pembayaran kepada supplier.
  • Ketentuan menjual produk-produk pemberi waralaba
  • Ketentuan dan batasan memanfaatkan pegawai pemberi waralaba untuk kepentingan penerima waralaba
  • Ketentuan mengenai hubungan kerjasama dengan penerima waralaba
  • Ketentuan untuk bertindak sesuai peraturan dan hukum
  • Kewajiban pemberi waralaba untuk menginformasikan mengenai pakian seragam dan atribut yang standar
  • Ketentuan mengenai penggunaan ruangan (space) di outlet penerima waralaba – dalam kaitan dengan penggunaan usaha lain.
  • Ketentuan untuk tidak menjual barang dagangan diluar territory
  1. Kegiatan Monitoring dan kontrol dari pemberi waralaba
  2. Pengaturan mengenai pengadaan barang dan supplier (diuraikan mengenai kewajiban dan ketentuan menggunakan berbagai macam supplier: barang dagangan, atribut outlet, komputer, ATK, dlsb)
  • Suplier yang disarankan oleh pemberi waralaba
  • Suplier yang direkomendasikan penerima waralaba
  • Diskontinyu (pemutusan kesinambungan) dari penjualan produk
  1. Kewajiban dan pengaturan mengenai Asuransi (diuraikan untuk kepentingan apa saja.
  2. Kewajiban melakukan Periklanan
  • Kewajiban pemberi waralaba untuk melakukan kegiatan periklanan (sekalipun tidak wajib ditentukan mengenai areanya)
  • Ketentuan bagi penerima waralaba untuk tidak melakukan periklanan sendiri tanpa persetujuan pemberi waralaba.
  • Ketentuan melakukan periklanan bersama (termasuk pengaturan bukti-bukti pembiayaan)
  1. Biaya Lain-lain
  • Royalty fee
  • Advertising fee
  • Biaya yang ditalangi oleh pemberi waralaba.
  • Biaya bunga
  • Biaya pajak
  1. Ketentuan Pelaporan
  • Pelaporan penjualan
  • Pelaporan keuangan
  • Ketentuan/ tata cara pembayaran biaya dari penerima waralaba
  • Ketentuan mengenai konsekwensi pemberian laporan yang tidak benar
  1. Pengalihan hak franchise
  • Ketentuan mengenai dimungkinkannya dialihkannya hak franchise kepada pihak lain.
  • Ketentuan pengalihan hak franchise ini kepada ahli waris
  • Ketentuan pengalihan hak franchise ini bila dijual
  • Ketentuan mengenai pengalihan hak-hak lainnya akibat pengalihan hak franchise ini ( seperti hak sewa bangunan, dll).
  • Ketentuan bahwa pemberi waralaba tidak akan melakukan kewajiban yang sudah dilakukan kepada penerima penerima waralaba baru.
  • Biaya transfer fee, pelatihan baru, dan lainnya.
  1. Ketentuan dan kemungkinan memindahkan outlet jika terjadi kondisi yang diluar perhitungan dan evaluasi pemberi waralaba
  2. Hak Property dari Sistem Franchise dan Kerahasiaannya
  3. Penegasan mengenai resiko usaha & tidak ada jaminan untung dari pemberi waralaba
  4. Hal-hal mengenai pelanggaran
  5. Hal perselisihan
  6. Perpanjangan Perjanjian Franchise (cara perpanjangan, biaya yang akan dibebankan saat perjanjangan, ketentuan jika ada perubahan data saat perpanjangan, dll)
  7. Pemutusan Perjanjian Kerjasama
  8. Ketentuan tidak menjalankan bisnis sejenis, dalam jangka waktu tertentu setelah pemutusan/berakhirnya kerjasama
  9. Ketentuan mengenai pemberitahuan
  • Kewajiban untk melakukan pemberitahuan tertulis dilengkapi dengan alamat surat kedua pihak
  • Ketentuan mengenai perubahan alamat.
  • Pemberitahuan melalui fax dan media lain
  1. Ketentuan mengenai lain-lain (miscellaneous).

 

Modul memasarkan waralaba dapat dikembangkan melalu beberapa materi umum lainnya seperti; marketing, consumer behavior, aspek legal usaha, dan lainnya. Obyektif dari materi ini adalah bagaimana cara-cara menawarkan waralaba yang efektif dan mendapatkan mitra penerima waralaba yang sesuai dengan kriteria dari pemberi waralaba.

 

Untuk itu diharapkan setelah memahami konten dari Red Modul ini, pembaca dapat mengembangkan cara-cara penawaran waralaba yang lebih efektif untuk menyeleksi, memilih dan menjalin kerjasama dengan mitra franchisee yang cocok.

Pada Materi berikutnya akan dijelaskan beberapa ulasan materi mengenai PENGELOLAAN FRANCHISE (GOLDEN MODULE)   yang perlu dipahami oleh franchisor ketika menduplikasi usahanya sebagai bagian dari proses mewaralabakan usaha.