Hubungi Kami : (021) 296 41453

Pengelolaan Waralaba

Pengelolaan Waralaba

Berikut adalah Lanjutan materi Belajar Green Module yang membahas mengenai Pengelolaan Waralaba sebagai bagian dari Mastery Bisnis

 

PEMAHAMAN WARALABA

Waralaba adalah upaya membuat jaringan usaha dengan menduplikasi bisnis yang sudah sukses untuk dimiliki dan dijalankan oleh orang lain.

 

Kata “franchising” berasal dari bahasa Perancis lama yang berarti “free from servitude” (bebas dari perbudakan). Di masa lampau, di kerajaan Perancis, ada individu/ kelompok tertentu yang diberikan hak (right) dan keistimewaan (privilege) oleh raja-raja Perancis untuk mewakili mereka melakukan fungsi public, misalnya: menghadiri acara tertentu, melakukan kunjungan ke daerah tertentu,  melakukan lobby politik, menerima upeti/ hadiah, memungut pembayaran pajak, dll.

 

Individu/ kelompok yang memiliki hak dan keistimewaan ini, kemudian, menjadi individu/ kelompok yang sampai tingkat tertentu memiliki kebebasan dan kemandirian relatif terhadap raja. Mereka, misalnya, adalah: kelompok kaum bangsawan, para pemimpin agama, para jenderal, perdana menteri, konsul, dll.

 

Kata “franchising” kemudian dimasukkan dalam kosa kata bahasa Inggris untuk menunjukkan strategi pemberian hak dan keistimewaan kepada individu/ kelompok tertentu, sedangkan kata “franchise” digunakan untuk menyebut hak dan keistimewaan yang diberikan.

 

Ditinjau dari aspek ekonomi modern, franchising dianggap merupakan pemberian hak dan keistimewaan kepada perusahaan tertentu untuk mengoperasikan bisnis sesuai peraturan/ persyaratan yang ditentukan pemilik franchise. Sehingga secara sederhana franchising dapat dipahami sebagai, proses pemberian hak yang dilandasi perjanjian hukum dimana pemilik (pemberi waralaba) setuju untuk memberikan hak dan keistimewaan (license) kepada individu/ perusahaan tertentu (penerima waralaba) untuk menjual produk dan atau jasa kepada pihak lain sesuai dengan peraturan/persyaratan/proses dan pengelolaan usaha yang ditentukan pemilik (pemberi waralaba).

 

Franchising menurut the International Franchise Association (IFA) adalah:

”a continuing relationship in which the franchisor provides a licensed privilege to do business, plus assistance in organizing, training, merchandising, and management in return for a consideration from the franchisee.” (”hubungan berkesinambungan dimana pemberi waralaba memberikan hak penggunaan untuk mengerjakan usaha, serta bantuan pengaturan, pelatihan, barang dagangan, dan pengelolaan sebagai timbal balik dari yang diberikan oleh penerima waralaba”.

 

PELAKSANAAN WARALABA

Pada pelaksanaannya waralaba melibatkan Pemberi Waralaba (dalam bahasa Inggris disebut Franchisor) dan Penerima Waralaba (Franchisee), dimana Pemberi Waralaba memberikan hak penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dimiliki oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba, serta juga memberika format bisnis (business format), yaitu cara-cara atau proses menjalankan bisnisnya, kepada Penerima Waralaba. Dengan demikian Penerima Waralaba mendapatkan dua hak penggunaan istimewa dari Pemberi Waralaba, yaitu: Hak Penggunaan HKI serta Format Bisnisnya.

 

Hal ini yang membedakan antara waralaba (Franchising) dan lisensi (Licensing), dimana pada “Licensing” penerima lisensi hanya diberikan hak penggunaan HKI nya saja tanpa diberikan format bisnis dalam menjalankan usahanya.

 

Umumnya pada proses waralaba terdapat imbalan yang harus diberikan penerima waralaba kepada pemberi waralaba yaitu Franchise Fee dan Royalty Fee, serta beberapa imbalan lainnya yang disepakati keduabelah pihak.

 

Franchise fee adalah biaya untuk mendapatkan hak penggunaan HKI dan format bisnis dari pemberi waralaba, yang umumnya dibayarkan oleh penerima waralaba untuk jangka waktu penggunaan tertentu, misalnya 5 tahun atau 10 tahun sesuai dengan kesepakatan keduabelah pihak.

 

Sedangkan Royalty Fee adalah biaya yang dibayarkan penerima waralaba kepada pemberi waralaba atas kompensasi penggunaan HKI dan perawatannya serta upaya peningkatan  nilainya yang dilakukan oleh pemberi waralaba. Umumnya pembayaran royalty fee dilakukan secara bulanan atau periodik dengan perhitungan bagi hasil dari pendapatan penerima waralaba.

 

Baik franchise fee maupun royalty fee merupakan hasil kesepakatan antara pemberi waralaba dan penerima waralaba. Artinya tidak ada peraturan khusus yang mengatur dan mewajibkan mengenai biaya-biaya ini. Demikian juga dengan kompensasi pembayaran yang lainnya yang mungkin dilakukan oleh kedua belah pihak.

 

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN WARALABA

Menjalankan usaha waralaba memberikan banyak sekali keuntungan bagi pemberi waralabanya, antara lain:

  • Pemberi waralaba dapat mengembangkan mereknya dengan lebih cepat dan meluas melalui investasi yang dilakukan oleh para mitra penerima waralabanya.
  • Pemberi waralaba juga mendapatkan keuntungan karena dapat melakukan penetrasi pasar atas produk/jasa yang ditawarkan dengan cepat dan menyebar melalui gerai para mitra penerima waralabanya.
  • Semakin besar jaringan usaha dan semakin banyak mitra penerima waralaba yang dimiliki, sehingga akan memberikan daya tawar yang tinggi kepada para pemasoknya.
  • Pemberi waralaba juga tidak perlu mempersiapkan organisasi yang besar untuk mengelola gerainya karena pengelolaan gerai dilakukan oleh para penerima waralaba yang juga memiliki para pegawainya sendiri.
  • Pemberi waralaba hanya perlu melakukan pengelolaan mendukung para penerima waralabanya agar sukses, dan dia akan menerima passive income dari royalty fee yang dibayarkan para mitra penerima waralabanya.

 

Beberapa kelemahan dari waralaba umumnya datang dari prosesnya yang birokratis. Untuk menjaga standar yang perlu diterapkan oleh seluruh jaringan gerainya, maka setiap kebijakan baru dari usahanya perlu dilakukan dengan prosedur yang baku.

 

Pemberi waralaba juga tidak bisa terlalu fleksibel dalam melakukan pengaturan dan penyesuaian pada setiap gerainya, karena masing-masing gerai dimiliki dan dioperasikan oleh para penerima waralaba. Pada umumnya kekakuan seperti ini tidak disukai oleh para pengusaha yang selalu ingin dinamis, inovatif dan cepat dalam melakukan manuver-manuver bisnis untuk menanggapi peluang pasar.

Pada Materi berikutnya akan dijelaskan beberapa ulasan materi mengenai Proses Mewaralabakan Usaha. Materi-materi tersebut dapat dibaca pada materi GREEN MODULE-PROSES MEWARALABAKAN USAHA