Hubungi Kami : (021) 296 41453

Pengelolaan Operasional Bisnis dan Administrasi

Pengelolaan Operasional Bisnis dan Administrasi

Berikut adalah Lanjutan materi Belajar Green Module yang membahas mengenai pengelolaan operasional bisnis dan admninistrasi sebagai bagian dari Mastery Bisnis yang perlu dimiliki oleh Franchisor

PENGELOLAAN OPERASIONAL BISNIS DAN ADMINISTRASI

Penerima waralaba mengharapkan pemberi waralaba dapat memberikan kiat-kiat pengelolaan operasional bisnis dan organisasi.

 

Hal yang terpenting dalam pengelolaan operasional adalah mengurut proses dan memetakan struktur fungsi dari proses operasional tersebut.

 

Misalnya: untuk menyajikan makanan di suatu rumah makan; maka dapat ditelusuri urutan prosesnya: mulai dari pelanggan memesan masakan dari menu, kemudian pramusaji mencatat pesanannya, dan pramusaji memberikan pesanan pelanggan kepada bagian dapur, koordinator dapur memberikan instruksi kepada koki untuk memasak makanannya, koki mengambil bahan-bahan baku yang diperlukan dari tempat penyimpanan, kemudian koki mengolah dan memasak makanannya. Setelah selesai dimasak, ada pemeriksa yang melihat masakan tersebut sebelum disajikan, baru kemudian memanggil pramusaji untuk menghidangkan makanan tersebut dihadapan pelanggan.

 

Jika melihat urutan prosesnya maka dapat ditentukan fungsi organisasi atau bagian-bagian  yang diperlukan untuk proses tersebut.

 

Dalam setiap proses tersebut juga terlihat ada orang-orang yang terlibat, sehingga dapat ditentukan organisasi dan penempatan struktur orangnya.

 

PENGELOLAAN BISNIS

Dalam sebuah bisnis umumnya ada 3 fungsi utama yang akan berinteraksi dan mengatur proses jalannya sebuah usaha:

  1. Pengelolaan Pemasaran
  2. Pengelolaan Operasional
  3. Pengelolaan Administrasi & Keuangan

Apabila dalam kegiatan operasionalnya diperlukan proses produksi, maka pengelolaan produksinya akan memerlukan paling tidak 3 (tiga) proses kegiatan:

  1. Proses pengadaan bahan baku
  2. Proses pengolahan produksi
  3. Proses Distribusi

Dengan memahami prinsip-prinsip di atas maka akan sangat memudahkan untuk mengelola usaha yang mana merupakan proses menyampaikan produk/jasa yang dimiliki sebuah usaha kepada target pasarnya.

 

STRATEGI BISNIS

Situasi kompetisi dalam pengelolaan bisnis dapat diibaratkan berkancah dalam medan perang. Setiap pemilik bisnis perlu paham betul posisinya dalam “medan perang” bisnisnya. Dalam ilmu manajemen hal ini disebut ‘business positioning’. Dengan memahami posisi bisnisnya, baik terhadap kompetitor dan konsumennya, maka pengelolaan bisnisnya dapat menentukan strategi-strategi yang perlu dilakukan untuk ‘memenangkan’ perang bisnisnya.

 

Posisi bisnis di kancah persaingan, antara lain:

  1. Posisi sebagai “pemimpin” pasar, dalam hal ini perusahaan tersebut paling unggul di industrinya (untuk suatu wilayah tertentu).
  2. Posisi sebagai “pengikut (follower)”, dimana perusahaan tersebut mungkin diurutan kedua atau ke tiga, dan perlu mengejar posisinya menjadi yang pertama.
  3. Posisi “diurutan bawah”, dimana usaha tersebut menikmati pasar yang kecil dan perjuangannya adalah mempertahankan konsumennya serta mencari-cari kesempatan mengambil pasar dari pesaing.

 

Ada dua strategi pemasaran dalam situasi berbisnis:

  1. Strategi Menyerang, dan
  2. Strategi Bertahan

Secara umum bisa membayangkan bagaimana itu Strategi Menyerang yang tentunya dilakukan oleh follower dan posisi bawah.

 

Follower tentunya akan lebih agresif untuk menyerang pemimpin pasar. Pengelolaan bisnis untuk posisi ini tentunya akan membutuhkan program-program yang sangat ampuh serta penanganan oleh tim yang profesional. Strategi ini juga akan memberikan perhatian yang khusus kepada proses-proses yang efisien.

 

Untuk usaha yang posisinya di bawah, strategi menyerangnya umumnya dilakukan dengan “gerilya” dan membuat serangan-serangan melambung. Dengan posisi seperti ini, perusahaan akan mencoba mengambil sedikit-sedikit pangsa pasar yang dimiliki oleh perusahaan di atasnya. Pengelolaan bisnis untuk usaha ini akan tetap menjaga efisiensinya dengan membuat program-program yang inovatif.

 

Pemberi waralaba perlu memahami betul kiat-kiat pengelolaan bisnis, baik untuk pengelolaan organisasi bisnisnya maupun dalam upaya membantu para penerima waralabanya mengelola bisnisnya dan akhirnya memberikan kesuksesan bagi semua pihak.

Pada Materi berikutnya akan dijelaskan beberapa ulasan materi mengenai Pengelolaan Keuangan sebagai bagian mastery yang perlu dimiliki oleh Pemberi Waralaba (Franchisor). Materi-materi tersebut dapat dibaca pada materi GREEN MODULE-PENGELOLAAN KEUANGAN