Hubungi Kami : (021) 296 41453

Standarisasi Bentuk dan Standarisasi Proses

Standarisasi Bentuk dan Standarisasi Proses

Berikut adalah lanjutan materi Belajar Blue Module yang membahas mengenai standarisasi bentuk dan standarisasi proses agar mempermudah proses duplikasi usaha dengan sistem franchise

 

Standarisasi Model Bisnis

Standarisasi Model Bisnis terdiri dari Standarisasi Bentuk dan Standarisasi Proses di bisnis tersebut. Maka, bila dalam satu usaha terdapat 3 Standarisasi Bentuk atau 3 standarisasi Proses, artinya: bisnis tersebut mempunyai 3 Model Bisnis/business model. Contohnya, bila ada gerai restoran yang mempunyai bentuk ruko, dan ada juga bentuk gerai di mal, serta bentuk gerai warung mandiri, maka restoran tersebut memiliki 3 standar model bisnis.

 

STANDARISASI BENTUK umumnya adalah hal-hal yang berwujud, seperti:

  • Kriteria lokasi
  • Perijinan dan legalitas
  • Desain
  • Ukuran bangungan
  • Spesifikasi bangungan
  • Perlengkapan & atribut bangunan outlet/gerai
  • Peralatan operasional
  • Fasilitas dan kegiatan lainnya yang perlu ada sebelum bisnis berjalan

 

Bila standarisasi bentuk tersebut diuraikan dalam bentuk biaya pengadaannya, akan mencerminkan Biaya Investasi pada bisnis Sebagai berikut:

 

 

Standarisasi Proses

Standarisasi Proses dalam Unit Bisnis  umumnya dapat dibagi secara sederhana, menjadi 3 proses:

  1. Proses pengelolaan Pemasaran (marketing): branding, promosi, dan penjualan.
  2. Proses pengelolaan Operasional: penerimaan pelanggan, produksi, penyajian/pelayanan pelanggan, transaksi, dan pembinaan hubungan pelanggan.
  3. Proses pengelolaan Administrasi & Keuangan: kesekretariatan, HRD, Legal, General Affair/biro umum, & Keuangan.

 

Untuk Unit Produksi pengelolaan prosesnya dapat disederhanakan menjadi:

  1. Pengelolaan Sumberdaya Bahan Baku (raw material)
  2. Proses pengelolaan Produksi
  3. Proses Pengelolaan Distribusi

 

Bila uraian standarisasi proses ini dilengkapi dengan jumlah kebutuhan orang dan dikonversikan ke biaya, maka akan mencerminkan besarnya Biaya Operasional bulanan. Konversi standarisasi proses menjadi biaya operasional bulanan (overhead expenses) contohnya adalah sebagai berikut:

 

Setelah memiliki strandarisasi bentuk dan standarisasi proses, langkah persiapan berikutnya yang dapat dilakukan adalah dengan melengkapi standarisasi proses yang telah disusun dengan fungsi organisasi yang perlu ada, dan struktur organisasi sesuai fungsiyang telah ditetapkan tersebut.

 

Untuk menjaga keutuhan standarisasi model bisnis, sebaiknya dibuat panduan tertulis, baik untuk Panduan Standarisasi Bentuk dalam bentuk Tata Cara & Ketentuan tertulis, serta Panduan Standar Prosedur Operasional tertulis untuk proses-proses Pemasaran, Operasional, serta Admnistrasi & Keuangan. Sebagai kesimpulan, Standarisasi Model Bisnis akan terdiri dari:

  1. Panduan Proses & Tata Cara tertulis
  2. Gambar bentuk
  3. Daftar Peralatan dan Perlengkapan

Pada Materi berikutnya akan dijelaskan lanjutan ulasan materi mengenai Organisasi Pemberi Waralaba sebagai pendukung pengelolaan jaringan waralaba yang perlu disiapkan oleh pemberi waralaba. Materi-materi tersebut dapat dibaca pada materi BLUE MODULE - MEMBENTUK ORGANISASI FRANCHISE