Hubungi Kami : (021) 296 41453

Pembentukan Standarisasi Model Bisnis

Pembentukan Standarisasi Model Bisnis

Berikut adalah materi Belajar Blue Module yang membahas mengenai Persiapan Standarisasi Model Bisnis untuk memudahkan proses duplikasi usaha dengan sistem franchise

PEMBENTUKAN STANDARISASI MODEL BISNIS

DAN KAJIAN KELAYAKAN WARALABA

DESKRIPSI SINGKAT

Standarisasi model bisnis adalah konsep usaha yang telah konkret berwujud, baik bentuk dan proses pengelolaan usahanya. Model bisnis inilah yang akan diduplikasi kepada pihak lain untuk dimiliki dan dioperasikan secara mandiri sebagai pelaksanaan dari waralaba.

 

Sebelum memiliki standar model bisnis, kerap dilakukan tahapan-tahapan yang meliputi:

  • Ide bisnis
  • Konsep bisnis, dan akhirnya
  • Model bisnis.

 

Ide bisnis merupakan gagasan “liar”, dimana hal itu muncul dari antusias atau excitement seorang wirausahawan yang melihat suatu peluang. Ide bisnis ini bisa saja workable (bisa direalisasikan), atau mungkin saja tidak masuk akal untuk direaliasikan. Ide bisnis adalah pencetus kreatifitas para wirausahawan ini untuk melakukan tindakan-tindakan selanjutnya.

 

Konsep bisnis adalah hal yang lebih realistis dari pengembangan ide bisnis. Dari sebuah ide bisnis, dapat dikembangkan untuk gagasan-gagasan yang lebih terukur. Dalam konsep bisnis, mulai diurai rincian dari ide bisnis yang ada. Misalnya, mulai dijabarkan konsep dari tampilan gerainya, konsep penyajiannya, konsep produk atau jasanya, dan lain sebagainya. Konsep bisnis ini umumnya belum terinci dan terangkai, sehingga belum kelihatan bentuk dan urutan prosesnya.

 

Model bisnis adalah konsep bisnis yang sudah berwujud. Konsep bisnis yang sudah terukur dirangkai dan wujudkan baik secara bentuk maupun proses. Dalam model bisnis, sudah bisa dijabarkan rincian standarisasi bentuk, seperti: ukuran gerai, desain, lokasi, peralatan yang digunakan, jumlah tenaga kerja, dan lain sebagainya; serta juga standarisasi prosesnya, seperti: kegiatan dan proses pemasaran, kegaitan dan proses operasional usaha, serta proses pengelolaan administrasi dan keuangan usaha.

 

Untuk kepentingan mewaralabakan usaha, pada akhirnya standar model bisnis ini perlu dikaji kelayakannya, apakah layak untuk diduplikasi sebagai waralaba? Ataukah lebih baik dikembangkan sendiri sebagai gerai cabang sendiri.

 

TUJUAN MATERI

Pembahasan Standarisasi model bisnis ditujukan untuk membentuk model bisnis yang efektif diwaralabakan. Baik dari segi kemudahan duplikasi, tingkat keuntungan (profitability), maupun efektifitas pengembangan usahanya.

 

Pembahasan standarisasi model bisnis ini juga ditujukan untuk mempersiapkan kajian kelayakan waralaba. Kelayakan waralaba adalah hasil pengukuran kesiapan waralaba atas suatu usaha, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil dari kajian tersebut akan dapat ditentukan harga Franchise Fee, Royalty Fee dan biaya lainnya, serta target jumlah pembukaan outlet oleh penerima waralaba.

 

BISNIS

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktifitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

 

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung cakupannya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.

 

Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih bisa didiskusikan lebih jauh lagi.

 

Untuk kepentingan praktiknya, pelaku bisnis atau wirausahawan perlu mencermati serta mempersiapkan agar bisnis yang dijalankannya dapat menguntungkan dan bertahan lama. Berikut ini adalah beberapa kiat sederhana untuk mempersiapkan sebuah bisnis. Kiat-kiat ini akan sangat membantu dalam membentuk standar model bisnis yang nantinya dapat diduplikasi sebagai waralaba

  • Bisnis dapat berjalan secara proporsional dan efektif bila memiliki:
    • Konsep
    • Sistem
    • Sumber Daya Manusia (SDM)

Consept, System, People

  • Bila ketiga unsur tersebut terpenuhi maka dapat diwujudkan Model Bisnis (business model) yang konkret dan terukur.

Pada Materi berikutnya akan dijelaskan beberapa ulasan materi mengenai Konsep Bisnis, Sistem dan Sumber Daya Manusia sebagai bagian persiapan standarisasi model bisnis yang perlu dilakukan oleh Pemberi Waralaba (Franchisor) dalam masa persiapan franchise. Materi-materi tersebut dapat dibaca pada materi BLUE MODULE - KONSEP, SISTEM DAN SUMBER DAYA MANUSIA