Hubungi Kami : (021) 296 41453

Konsep Bisnis, Sistem dan Sumber Daya Manusia

Konsep Bisnis, Sistem dan Sumber Daya Manusia

Berikut adalah lanjutan materi Belajar Blue Module yang membahas mengenai konsep bisnis, sistem dan sumber daya manusia yang penting untuk diperhatikan ketika akan membangun sebuah bisnis, terlebih lagi bisnis tersebut ingin distandarisasikan agar mudah dikembangan dengan sistem franchise

Bisnis konsep

KONSEP BISNIS

Konsep bisnis adalah: gagasan-gagasan yang konkret dalam mewujudkan suatu usaha, dengan merujuk pada nilai-nilai usaha, tujuan usaha dan target pasar. Fungsi dari konsep bisnis adalah sebagai pedoman dalam menyusun rencana kerja untuk mencapai target dan tujuan usaha. Tahap membentuk Konsep/Concept :

  1. Landasan usaha: Filosofi, Visi & Misi
  2. Tentukan siapa Target Market yang akan menjadi konsumen produk/jasa usaha ini. Baik secara Demografi maupun Geografi.
  3. Munculkan Gagasan-Gagasan /Ide-ide disetiap lini usaha yang menjadi konsep dengan mengacu pada Landasan Usaha dan Target Market.

 

Langkah-langkah menetapkan landasan usaha:

  • Tetapkan filosofi usaha yaitu nilai-nilai dalam menjalankan bisnis ini. Filosofi usaha bersifat permanen dan abadi. Cara menetapkannya bisa dilakukan dengan menelusuri sejarah berdirinya usaha, mempelajari prinsip-prinsip hidup pemilik, dan mendengarkan cita-cita dari pemiliknya. Dari uraian itu bisa dicari benang merahnya yang merupakan nilai-nilai dalam menjalankan bisnis tersebut.

 

  • Tetapkan VISI: Bayangkan bisnis tersebut dimasa 30 tahun atau 50 tahun kedepan. Sehingga visi tersebut bukan hanya menjadi visi yang klise, tetapi terlihat dengan konkret. Seperti dibisnis-bisnis jaringan pada umumnya, kita difokuskan untuk mempunyai mimpi yang jelas dan memberikan motivasi.

 

  • MISI: Tentukan prinsip cara-cara mencapai visi tersebut.

 

  • Target Market: semakin detil uraian target marketnya akan membuat pembentukan konsep bisnis menjadi lebih efektif. Demografi target market: Usia (15-25, 25-35, 35-45, 45-55, >55), Sex, Educations, SES (A+, A, B, C), Profesi, Suku, Agama, Interest, dan detil atribut lainnya: bacaan, kendaraan, merek HP, merek pakaian, dll. Perlu juga diamati ‘perilaku target konsumennya’. 

Geografi target market: radius tempat tinggal dari lokasi outlet, radius tempat kerja, jenis lingkungan tempat tinggal, jarak tempuh ke outlet. Semakin fokus/sempit rentang target marketnya akan membuat konsep bisnis menjadi lebih sederhana, efektif dan efisien.

 

Semakin melebar rentang target marketnya akan membuat konsep bisnis perlu memfasilitasi rentang target market tersebut, dan media promosi yang digunakan juga akan semakin banyak (atau mahal). Terutama untuk kegiatan below the line (BTL).

 

  • Gagasan/Ide-ide, dimana untuk mengawali pembentukan model bisnis umumnya diawali dengan memunculkan konsep-konsep atau ide-ide kreatif (tetapi yang terarah) disetiap lini atau unsur usahanya. Contoh konsep-konsep di dalam unsur bisnis, antara lain:
    • Konsep Produk/Jasa apa yang akan dijual
    • Konsep Pengadaan Bahan Bakunya
    • Konsep Supliernya
    • Konsep Produksinya
    • Konsep Penyajian/Pelayanannya
    • Konsep Desain outletnya
    • Konsep Penyimpanan dan Display produknya
    • Konsep Distribusinya
    • Konsep Pemasaran dan Strategi bisnisnya
    • Konsep Transaksi penjualannya
    • Konsep Pelayanan purna Jualnya (after sales)
    • Konsep Monitoring bisnisnya
    • Konsep Pembiayaannya

 

Sistem didalam bisnis

Sistem didalam bisnis adalah proses yang teratur urutannya dalam setiap kegiatan. Dalam era moderen seperti saat ini, mungkin ada baiknya jika mengacu pada: proses-proses apa saja yang mungkin untuk dibuat dengan program Teknologi Informasi (IT/komputerisasi). Contoh-contoh sistem, antara lain: sistem pemasaran, sistem produksi, sistem operasional, sistem keuangan, sistem pengelolaan SDM, dan lain-lain.

 

Orientasi pada pembentukan sistem adalah: efektifitas, efisiensi, dan objective yang terukur (misalnya: Key Performance Index -KPI). Maksudnya adalah, dalam setiap penuyusunan sistem perlu dilihat apa tujuannya. Apakah sistem yang akan disusun tersebut akan meningkatkan efisiensi? Apa ukurannya? Dan siapa yang bertanggung jawab atas pencapaian efisiensi tersebut.

 

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konsep bisnis beroirentasi pada Penempatan Orang pada Struktur Organisasi yang mengacu pada Fungsi yang perlu ada pada  Organisasi (Fungsi Organisasi). Kualifikasi Orang (karakter & keterampilan) yang memadai sesuai dengan tanggung jawabnya serta Jumlah Orang/tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam organisasi dalam mengantisipasi program jangka pendek juga menjadi salah satu factor pertimbangan dalam merancang konsep penpengelolaan sumber daya manusia.

 

Didalam Waralaba, model bisnis yang standar akan sangat memudahkan untuk dilakukannya duplikasi bisnis oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba. Standarisasi Model Bisnis terdiri dari Standarisasi Bentuk dan Standarisasi Proses di bisnis tersebut.

 

Maka, bila dalam satu usaha terdapat 3 Standarisasi Bentuk atau 3 standarisasi Proses, artinya: bisnis tersebut mempunyai 3 Model Bisnis/business model. Contohnya, bila ada gerai restoran yang mempunyai bentuk ruko, dan ada juga bentuk gerai di mal, serta bentuk gerai warung mandiri, maka restoran tersebut memiliki 3 standar model bisnis.

Pada Materi berikutnya akan dijelaskan beberapa ulasan materi mengenai Standarisasi Bentuk dan Standarisasi Proses sebagai bagian persiapan standarisasi model bisnis yang perlu dilakukan oleh Pemberi Waralaba (Franchisor) dalam masa persiapan franchise. Materi-materi tersebut dapat dibaca pada materi BLUE MODULE - STANDARISASI BENTUK DAN STANDARISASI PROSES